Ini bukan kisah tentang dua remaja tanggung yang sedang dimabuk asmara, melainkan realita perasaan yang disebabkan oleh faktor geografis. Ya, sebagai pulau terluar di gugusan kepulauan Wakatobi, Pulau Binongko memiliki dongengnya sendiri yang unik untuk diceritakan kepada dunia.
Sebagai pulau terluar, Binongko mempunyai keuntungan strategis sebagai jalur lalu lintas perdagangan antar pulau yang melaluiΒ Laut Flores atau Laut Banda sehingga banyak orang Binongko yang memanfaatkannya dengan menjadi saudagar menuju pulau lain hingga ke Papua. Bahkan masyarakat Wakatobi berseloroh bahwa di Binongko jarang sekali ditemukan laki-laki dan pemuda usia produktif, kebanyakan mereka ketika lulus sekolah dasar langsung pergi merantau dan melaut meninggalkan kaum wanita dan anak-anak.
Sementara itu di sisi barat Pulau Binongko, terdapat sebuah pantai dengan hamparan pasir yang indah serta laut yang begitu tenang. Di ujung pesisir terdapat gundukan batuan karang hitam yang tampak berduri tajam dan menjorok ke laut. Tempat itu bernama Tanjung Rinu. Batuannya yang tajam kadang membuat takut namun pada beberapa sisi justru terdapat tempat yang cukup nyaman untuk diduduki sambil memandangi pemandangan laut yang begitu tenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun