Berendam Air Hangat Dengan Tiga Ribu Perak di Desa Soa

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Christina Sugihwati|4670|NTT 1|24

Berendam Air Hangat Dengan Tiga Ribu Perak di Desa Soa

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Selasa, 22 Mar 2011 10:35 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Air Panas Mengeruda, Desa Soa.
Berendam Air Hangat Dengan Tiga Ribu Perak di Desa Soa
Jakarta -

"Berapa tiket masuknya, Pak?" tanyaku sembari menyodorkan uang puluhan ribu.

"Tiga ribu, Non." jawabnya mengembalikan sejumlah uang.

Saya sangat terkejut dengan harga tiket yang murah sekali. Bayangkan saja dengan merogoh kocek seharga tiga ribu perak per kepala, kami sudah dapat merasakan nikmatnya berendam di air panas alami.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mata masih mengantuk ketika Pak Yoakim mengetuk pintu kamar. Semalam saya memang berpesan kepada beliau minta dibangunkan pukul 06.00 WITA. Telinga saya sudah kebal dengan bunyi alarm. Dengan berat hati terpaksa saya tinggalkan kasur dan mulai bergegas - tanpa mandi. Kami sudah memutuskan untuk mengawali hari dengan berendam air panas Mengeruda yang berada di Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada (24/10/10).

Setelah makan pagi, segera kami menuju objek wisata yang terletak di utara Bajawa. Kantuk saya sirnah seketika, saat disuguhi pemandangan lereng Gunung Wawo Muda (1735m) yang indah selama perjalanan. Berdasarkan informasi dari Pak Yoakim, di gunung ini terdapat juga kawah berwarna merah. Mini-Kelimutu, beliau menyebutnya. Saya tertarik untuk singgah, tapi sayang waktu tidak mengizinkan.

Sembilan puluh menit kemudian mobil kami terparkir di depan pintu masuk pemandian Air Panas Mengeruda. Dulu objek wisata ini hanya berupa kolam air panas dan gratis. Tapi lima belas tahun yang lalu, Pemda melakukan renovasi dan melengkapinya dengan fasilitas. Mulai saat itu, tiket masuk diberlakukan bagi orang yang ingin menikmatinya. Begitu menurut penuturan Pak Yoakim. Tapi saya rasa tiket yang dibayar sudah sesuai dengan fasilitas yang didapatkan. Penataan bangunan di dalam komplek tertata cukup baik, rapih dan alami. Walaupun masih terdapat kekurangan di sana-sini, khususnya perihal ruang ganti pakaian.

Pemandian ini akan ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara pada hari libur, khususnya dari siang hingga sore hari. Hari ini adalah hari Minggu sehingga kami sengaja datang lebih awal untuk menghindari banyaknya orang yang berendam. Suasana masih sepi, terlihat hanya ada seorang kakek sedang berendam di salah satu kolam. Segera saya pun bergabung. Perasaan rileks dan nyaman langsung terasa ketika kaki saya menyentuh hangatnya air di sisi kolam yang lain. Betapa nikmatnya berendam di air panas setelah melalui perjalanan panjang dari Ende ke Bajawa hingga tiba di hotel larut malam. Lelah dan capek hilang sudah, tergantikan dengan perasaan segar dan semangat untuk memulai aktivitas selanjutnya.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads