"Berapa tiket masuknya, Pak?" tanyaku sembari menyodorkan uang puluhan ribu.
"Tiga ribu, Non." jawabnya mengembalikan sejumlah uang.
Saya sangat terkejut dengan harga tiket yang murah sekali. Bayangkan saja dengan merogoh kocek seharga tiga ribu perak per kepala, kami sudah dapat merasakan nikmatnya berendam di air panas alami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah makan pagi, segera kami menuju objek wisata yang terletak di utara Bajawa. Kantuk saya sirnah seketika, saat disuguhi pemandangan lereng Gunung Wawo Muda (1735m) yang indah selama perjalanan. Berdasarkan informasi dari Pak Yoakim, di gunung ini terdapat juga kawah berwarna merah. Mini-Kelimutu, beliau menyebutnya. Saya tertarik untuk singgah, tapi sayang waktu tidak mengizinkan.
Sembilan puluh menit kemudian mobil kami terparkir di depan pintu masuk pemandian Air Panas Mengeruda. Dulu objek wisata ini hanya berupa kolam air panas dan gratis. Tapi lima belas tahun yang lalu, Pemda melakukan renovasi dan melengkapinya dengan fasilitas. Mulai saat itu, tiket masuk diberlakukan bagi orang yang ingin menikmatinya. Begitu menurut penuturan Pak Yoakim. Tapi saya rasa tiket yang dibayar sudah sesuai dengan fasilitas yang didapatkan. Penataan bangunan di dalam komplek tertata cukup baik, rapih dan alami. Walaupun masih terdapat kekurangan di sana-sini, khususnya perihal ruang ganti pakaian.
Pemandian ini akan ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara pada hari libur, khususnya dari siang hingga sore hari. Hari ini adalah hari Minggu sehingga kami sengaja datang lebih awal untuk menghindari banyaknya orang yang berendam. Suasana masih sepi, terlihat hanya ada seorang kakek sedang berendam di salah satu kolam. Segera saya pun bergabung. Perasaan rileks dan nyaman langsung terasa ketika kaki saya menyentuh hangatnya air di sisi kolam yang lain. Betapa nikmatnya berendam di air panas setelah melalui perjalanan panjang dari Ende ke Bajawa hingga tiba di hotel larut malam. Lelah dan capek hilang sudah, tergantikan dengan perasaan segar dan semangat untuk memulai aktivitas selanjutnya.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah