Pesta Sebulan Penuh di Long Bagun
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Halida Agustini|1508|KALTIM 2|22

Pesta Sebulan Penuh di Long Bagun

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Selasa, 22 Mar 2011 10:50 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
topeng khas dayak
hudoq
lamin kecamatan
para penabuh gendang biasanya telah berkumpul pada pukul 15.00 WITA
pemuda dayak
dan juga para lansia
Pesta Sebulan Penuh di Long Bagun
Pesta Sebulan Penuh di Long Bagun
Pesta Sebulan Penuh di Long Bagun
Pesta Sebulan Penuh di Long Bagun
Pesta Sebulan Penuh di Long Bagun
Pesta Sebulan Penuh di Long Bagun
Jakarta -

Β Β Β Β  Pukul 17.30 WITA, kami sampai di Long Bagun setelah menempuh perjalanan selama 6 jam menggunakan ktingting-semacam loang boat yang menggunakan speed-. Degap-degup tabuhan gendang memenuhi suasana malam ini. Ini adalah malam ke-29 dari pesta ritual warga lokal menyambut masa penanaman padi.

Β Β Β  Ritual ini dilakukan oleh semua warga, anak kecil, remaja, ibu-ibu, pria dewasa, dan juga lansia. Mereka berbaur dalam satu suasana riang mengharmonisasikan detakkan kaki dengan nada gendang. Dep! Dep! Dep!

Β Β Β  Mereka bernyanyi dan menari. Menggunakan kostum-kostum khas dayak. Kebanyakan dari mereka adalah keturunan dayak Bahau Busang. Beberapa orang menggunakan kostum yang terbuat dari rumbai-rumbai tali rapia dan juga dedaunan-biasanya menggunakan daun pandan dan daun pisang-. Sebut saja Ryan, anak pemilik penginapan kami, ia sibuk mengenakan kostum rumbai-rumbai tali rapia berwarna biru langit, lengkap dengan topeng kayu yang dipenuhi bulu burung elang Borneo diatasnya. Kostum ini telah dipakainya sebulan terakhir ini. Ia memerankan tarian burung elang Borneo. Setelah siap, ia pun melangkahkan kakinya menuju lamin utama kecamatan Long Bagun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Β Β Β  Tidak ada panggung, semuanya berbaur di lantai lamin yang memiliki 10 depa tersebut. Para penonton duduk rapih di pinggiran lamin. Tak lama berselang, para pria dewasa datang dengan menggunakan baju dayak, mandau dan perisai khas. Dep! Dep! Dep! hentakkan kakipun semakin kuat, lalu datanglah para lansia dengan menggunakan baju khas dayak dengan rumbaian bulu burung elang Borneo yang di lilitkan pada kelingking tangan mereka. Semakin larut, para penari semakin banyak berdatangan. Tabuhan gendang semakin mantab. Mereka meyakini, semakin banyak penari yang ikut dalam ritual ini, semakin banyak pula hasil panen yang akan mereka dapatkan nanti.

Β Β Β  Ritual ini diadakan setahun sekali selama sebulan penuh berbarengan dengan hut Kota Long Bagun. Mulai dari pagi hari hingga tengah malam.

Β Β Β  sayang kami tidak dapat menyaksikan hari terakhir ritual tersebut yang akan diadakan besok malam karena kami harus melanjutkan perjalanan ke hulu terakhir sungai Mahakam di Long Apari.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads