Banyak hal yang bisa saya lihat dan dapatkan dari perjalanan saya tentang budaya, agama, suku, adat istiadat, kebiasaan, keindahan, kejelekan, kekurangan, sampai kelebihan sebuah Sumatra Utara. Tempat wisata dan tempat-tempat keren lainnya pun masing-masing terdapat sisi negatif maupun positifnya, itu pasti ada dan kita tidak bisa menyembunyikan itu, yang dapat saya dan teman-teman lakukan sekarang adalah bagaimana cara agar sisi negatif dan cara pandang negatif itu dapat hilang dari pikiran orang, sehingga kita dapat memandang pariwisata Indonesia dengan postif.
Pada hari itu juga, saya terbang kembali ke Yogyakarta, memulai kembali hari saya sebagai mahasiswa dan freelancer. Didalam pesawat Garuda Indonesia yang membawa saya pulang, saya berfikir untuk dapat terus melakukan yang terbaik buat negeri ini, mungkin dari hal yang kecil saja dan saya harap dari hal kecil tadi dapat mengglobal. Memandang dari ketinggian tempat saya berada, kota Sumatra Utara yang perlahan menjadi sangat kecil dan kemudian hilang tertutup oleh awan. Ya, ini akhir perjalan saya bersama ACI Detikcom. Terimakasih semua orang yang telah membantu saya dan tim Sumatra Utara 1 dan 2, pihak ACI Detikcom, panitia ACI Detikcom, dan parter perjalanan saya Mbak Ida, untuk melihat sedikit sisi dari Negeri Indonesia yaitu Sumatra Utara. Semoga kedepannya kita semua dapat memandang Indonesia secara Optimis. (Calvin) (travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Bukan Hanya Wisatawan, Menkes Juga Merasa Berat Bayar Tiket Pesawat