Rumah Betang -- atau sering disebut juga sebagai Huma Betang -- merupakan rumah adat dari suku Dayak. Keunikan rumah adat ini yang membuatnya berbeda dari rumah-rumah adat suku lain adalah ukurannya yang panjang. Ini tak lepas dari riwayat kehidupan suku Dayak yang dahulu gemar hidup secara berkelompok. Rumah Betang ini kemudian dibangun untuk menampung dan melindungi para anggota kelompok suku Dayak tersebut. Tidak mengherankan jika dulunya Rumah Betang berukuran sangat panjang dan mampu menampung hingga ratusan kepala keluarga.
Harus diakui, saat ini sudah sangat jarang ditemui Rumah Betang yang berukuran sangat panjang. Di setiap kota di Kalimantan Barat biasanya terdapat sebuah Rumah Betang. Namun, Rumah Betang yang ada tersebut seringkali bukan lagi merupakan Rumah Betang yang dibangun oleh suku Dayak, melainkan sebuah rumah yang dibangun oleh pemerintah sebagai simbol dan menjadi tujuan wisata di daerah tersebut. Itu pun ukurannya tidak sepanjang ukuran yang biasa dibentuk oleh masyarakat Dayak. Beberapa Rumah Betang yang dibangun pemerintah dapat ditemui di kota Singkawang dan juga kota Pontianak. Sementara itu, jika Anda ingin melihat langsung Rumah Betang yang didirikan oleh masyarakat Dayak setempat, Anda harus mau sedikit bersusah payah untuk menjumpainya di pelosok desa.
Contohnya sebuah Rumah Betang yang terdapat di kampung Kopar, kabupaten Sanggau. Wilayahnya sendiri cukup terpencil. Hanya dapat dilalui dengan bantuan alat transportasi darat dan membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan untuk mencapainya jika Anda datang dari pusat kota Sanggau. Tantangan yang lain yang hadir adalah kondisi jalan yang masih terbuat dari tanah dan sama sekali belum tersentuh pembangunan. Letak kampung Kopar yang berada di ujung sebuah perkebunan sawit juga mungkin akan membingungkan beberapa orang, mengingat banyaknya tanjakan dan belokan yang harus dilalui sebelum mereka berhasil mencapai kampung tersebut. Setibanya di kampung Kopar, Anda tinggal bergerak lurus mngikuti jalur jalan yang ada sebelum menemui Rumah Betang yang ada di kampung tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, Rumah Betang di kampung Kopar ini memiliki 21 ruangan. Namun, sebuah kebakaran yang terjadi mengharuskan beberapa rumah di bagian belakang harus dipotong. Hasilnya, saat ini di rumah tersebut hanya tersisa 17 ruangan lagi. Ruangan-ruangan inilah yang dahulunya menjadi tempat tinggal puluhan keluarga di kampung Kopar. Di depan setiap ruangan, tersedia sebuah balai yang biasa digunakan setiap keluarga untuk berkumpul bersama atau berinteraksi dengan keluarga lainnya.












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar