Penangkaran Rusa Cariu terletak di kawasan hutan lindung Gunung Batu milik Dinas Perhutani Bogor. Kesan pertama saat berkunjung ke tempat yang berada di desa Cibogo, kecamatan Tanjungsari, kabupaten Bogor ini adalah sepi. Selain kawasan ini memang jauh dari pusat keramaian, sebab lainnya adalah masih banyak orang yang belum tahu tentang tempat penangkaran ini. Menuju Cariu via Jonggol, kita akan dimanjakan dengan panorama alam yang sangat indah. Hamparan sawah yang hijau, bukit-bukit yang berbaris, akan menemani kita selama perjalanan.
Untuk bertemu dengan para rusa cukup membeli tiket seharga Rp6000. Keunikan pertama tempat ini bisa kita temui saat jalan dari loket pembelian tiket menuju area utama penangkaran, dimana kita harus melintasi sungai Cibeet dengan jembatan gantung yang terbuat dari bambu sepanjang sekitar 40 m.
Tidak hanya itu, kita juga harus melewati jalan bebatuan sejauh 300 m melalui hutan sekunder. Keteduhan pepohonan rindang diiringi suara gemericik air sungai Cibeet sayup-sayup terdengar dari kejauhan menambah keharmonisan alam.
Memasuki area utama penangkaran, kita harus menemui sang penjaga, Agus Supriyanto, terlebih dahulu. Mengapa? Karena jika tidak ada beliau, dijamin para rusa akan ngumpet dan enggan menyapa Anda.
Setelah berkenalan singkat dengan Pak Agus, akhirnya tiba saatnya saya melihat rusa. Tapi, sebelum Pak Agus "memanggil" rusa-rusa itu keluar, kita harus mengikuti syarat-syarat yang diberikan. Pertama, kita harus membeli kacang kulit atau ubi jalar. Makanan itu akan diberikan Pak Agus sebagai pemancing para rusa untuk keluar dari semak-semak. Hal unik lainnya adalah Pak Agus memanggil rusa-rusa itu dengan bunyian yang khas. Rusa hanya nurut dengan suara Pak Agus. Karena ketika saya mencoba meniru Pak Agus, rusa-rusa itu malah kabur, hehe...
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Populasi rusa di penangkaran Cariu ini dibatasi 60 ekor saja. Mereka hidup di area seluas 5 ha. Jika populasinya melebihi 60 ekor, maka rusa-rusa tersebut akan dijual dengan kisaran harga Rp6-9 juta tergantung jenisnya. Jadi, jika berminat untuk memelihara rusa, Anda bisa memesannya melalui Pak Agus.
Setelah puas mengenal rusa lebih dekat, saya bergegas untuk pulang. Satu kejadian yang tidak akan dilupakan adalah ketika saya berjalan pulang melewati hutan sekunder tadi, saya bertemu dengan ular kobra. Mungkin karena sama-sama kaget, saya dan si kobra juga sama-sama kabur. Tapi, tidak perlu khawatir, mungkin saya saja yang lagi apes, hehe...
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru