Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 26 Jul 2021 12:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Dago Dairy, Wisata Aman untuk Anak Autis Saat Pandemi

Opik Zain
d'Traveler
Sapi yang bisa diberi makan oleh pengunjung
Sapi yang bisa diberi makan oleh pengunjung
Pemandangan di Dago Dairy
Pemandangan di Dago Dairy
Sapi yang dibiarkan liar
Sapi yang dibiarkan liar
detikTravel Community -

Pandemi COVID-19 belum berakhir. Selama masa pandemi ini, kita diwajibkan untuk mematuhi peraturan pemerintah untuk stay at home. Namun tak bisa dipungkiri rasa bosan itu begitu terasa.

Hal ini turut juga dirasakan oleh putri kami yang mengalami gangguan autisme. Sejak awal pandemi, ia tiba-tiba sering merengek dan menangis tanpa alasan yang jelas.

Baiklah, setelah berdiskusi panjang lebar, akhirnya beberapa bulan yang lalu kami memutuskan untuk mencari tempat wisata yang aman untuk anak autis. Aman menurut kami adalah lokasi tersebut cukup strategis dari tempat tinggal, berada di ruang alam terbuka dan yang paling utama tidak ada kerumunan manusia. Akhirnya kami menemukan tempat yang cocok dari laman Instagram untuk kami kunjungi yaitu Dago Dairy.

Bagaimana cerita lengkapnya?

Hari Senin, saya mencoba menghubungi pihak Dago Dairy melalui WhatsApp untuk menanyakan cara reservasi dan apakah di sana aman dikunjungi untuk anak autis. Mereka sangat terbuka sekali untuk menerima kunjungan dari kami. Namun memang benar, kita datang harus sesuai perjanjian terlebih dahulu.

Saat itu jadwal kunjungan di hari libur sudah penuh, kami memilih hari Jumat pagi untuk berkunjung ke sana. Jum'at, sekitar pukul 8 pagi, kami tiba di parkiran yang tidak begitu luas.

Beberapa menit berselang, seorang petugas kebersihan bertanya, ''Mau ke Dago Dairy? Apakah sudah ada janji?''.

Kami pun diarahkan untuk berjalan kaki sekitar 400 meter menuju lokasi. Wah sepertinya ini bisa sekalian hiking untuk putri kami. Benar saja, kontur jalannya berbatu dan menanjak seperti naik perbukitan. Untung saja kami sudah memakai sepatu yang sesuai dengan lokasi saat itu.

Tak lupa perbekalan makanan anak-anak harus selalu siap khususnya makanan untuk putri istimewa kami yang berumur tujuh tahun karena ia akan tenang asalkan perutnya terasa kenyang.

Tenang saja jalanan cukup sepi, paling sesekali ada satu motor yang lewat untuk membawa rumput liar atau kayu bakar. Pemandangannya pun sangat indah. Kita dapat menyaksikan pesona alam hijau Bandung dan sekitarnya serta mendengar suara kicauan burung nan merdu.

Tak terasa, setelah 15 menit berjalan kaki, kami pun tiba di sebuah bangunan unik yang bertuliskan 'Dago Dairy'. Lokasi Dago Dairy berada di Buniwangi Wetan, Desa Mekarwangi Lembang.

Di sana kami disambut hangat oleh Pak Mark, seorang pria bule dari Australia yang sudah sangat fasih berbahasa Indonesia. Sesi perkenalan begitu mengesankan, Saya pun menjelaskan perihal kondisi putri kami kepada Pak Mark.

Beliau sangat mengapresiasi dan berharap semoga putri kami senang berada di Dago Dairy. Pak Mark mempersilahkan kami untuk berkeliling peternakan yang luasnya kurang lebih dua hektar.

Walaupun tidak dikenakan biaya saat mengunjungi Dago Dairy, Pak Mark memandu kami dengan sangat professional. Beliau menjelaskan rutinitasnya sehari-hari dalam mengurus sapi-sapi ini yang dibantu oleh beberapa pegawainya. Kami jadi tahu kapan waktunya sapi itu makan hingga tidur.

Pak Mark juga memberikan informasi bahwa ternyata sapi juga minum susu, lho. Luar biasa, sangat informatif. Kami pun melihat sapi betina yang sedang hamil, sebuah pemandangan langka untuk kami. Putri kami terlihat sangat senang dengan kegiatan ini.

Selain sapi, di sini juga kami melihat beberapa ayam kampung yang dibiarkan liar untuk memakan cacing. Tidak tercium aroma bau menyengat pada kandang-kandang sapi milik Pak Mark.

Kenapa bisa begitu? Karena setiap ada sapi yang mengeluarkan kotoran, para pegawai bahkan Park Mark sendiri langsung membersihkannya. Menyemprot kandang hingga bersih. Juara!

Dago Dairy juga memiliki produk susu murni dan yoghurt kemasan yang diolah langsung dari sapi-sapi di sini. Tentunya harus dipesan terlebih dahulu ya untuk mendapatkan produk segar dari Dago Dairy.

Kami pun memesan susu dan yoghurt ketika melakukan reservasi ke Bu Yanti. Setelah hampir dua jam kami berkeliling peternakan dan mendengar banyak cerita inspiratif dari Pak Mark, kami pun pamit dengan membawa dua kantung susu dan yoghurt.

Tak lupa sebelum pulang, kami mencuci tangan dahulu dengan memakai sabun yang tersedia di sana. Terima kasih Pak Mark dan Bu Yanti yang telah menyediakan tempat wisata edukasi aman untuk anak autis.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA