Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 04 Nov 2021 16:29 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wisata Jogja: Jangan Lupa ke Taman Sari, Wisata Gabungan Jawa dan Portugis

Dhalif
d'Traveler
Wisata Taman Sari
Wisata Taman Sari
detikTravel Community -

Jogja merupakan salah satu kota yang menawarkan banyak tempat wisata. Salah satu wisata populer di daerah ini adalah Taman Sari. Bangunannya unik karena memiliki elemen yang digabungkan antara arsitektur Jawa dan Portugis.

Sejarah Singkat Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja berdiri pada tahun 1785 ketika pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I. Pada saat itu, Tumenggung Mangundipuro memimpin pembangunan Taman Sari ini, namun tidak lama kemudian beliau mengundurkan diri dan digantikan oleh Pangeran Notokusumo.

Awalnya taman ini diberi nama "The Fragrant Garden" karena terdapat kebun yang penuh dengan wewangian bunga. Ketika proses pembangunan, biaya pembangunan taman ini ditanggung oleh Tumenggung Prawirosentiko yang merupakan Bupati Madiun. Oleh karena itu, daerah Madiun bebas dari pemungutan pajak.

Taman ini dulunya adalah Pesanggrahan Garjitawati atau bekas keraton lama. Selain itu, taman ini juga memiliki dua deskripsi nilai, deskripsi nilai yang pertama yaitu proses mencari kesenangan duniawi yang ditunjukkan dengan kolam dan taman yang indah.

Lalu deskripsi yang kedua ditandai dengan bangunan utama yaitu sumur gemuling dan mihrab yang digunakan untuk tempat beribadah umat islam. Dulunya, Taman Sari dikenal dengan istana air yang digunakan untuk pemandian para permaisuri dan puteri raja.

Bangunan seluas 10 hektar lebih ini juga memiliki 57 bangunan kokoh lainnya, meliputi kolam pemandian, kanal air, lorong bawah tanah, jembatan gantung, dan beberapa bangunan lainnya.

Proses terbentuknya Taman Sari ini juga dikarenakan perpecahan antara kesultanan Surakarta dan kesultanan Yogyakarta.

Mitos di Taman Sari

Berbicara tentang mitos, konon katanya terdapat lorong di Taman Sari yang bisa menembus hingga pantai selatan. Lorong ini memiliki panjang 45 meter yang menghubungkan Pulo Panembung dan Pulo Kenanga.

Selain itu terdapat Sumur Gumuling dengan panjang 39 meter dan terdapat mata air yang dikelilingi lima anak tangga bernama Sumur Gumuling yang merupakan akses bertemunya antara Nyi Roro Kidul dengan Sultan Yogyakarta. Mitos ini sudah diceritakan dari generasi ke generasi.

Fasilitas di Taman Sari

Ketika kamu berkunjung ke Taman Sari, jangan khawatir soal fasilitas, karena terdapat tempat parkiran yang luas serta mushola sebagai tempat ibadah untuk umat muslim. Disini juga tersedia jasa pemandu untuk para wisatawan.

Bagi kamu yang ingin memahami lebih dalam, bisa menggunakan pemandu agar dijelaskan lebih detail. Ketika sudah puas menikmati wisata Taman Sari, kamu juga akan menemukan kuliner khas Jogja yang ditawarkan di warung hingga restoran di sekitar taman sari tersebut.

Tidak hanya itu, berbagai penginapan dan tempat cinderamata juga tersedia di sekitar komplek tamansari. Meskipun sempat mengalami penutupan di awal pandemi, kini Taman Sari kembali buka dengan mewajibkan adanya pemandu agar kondisi tetap kondusif serta mengikuti protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai hand sanitizer.

Harga Tiket dan Jam Buka

Harga tiket masuk di Taman Sari Yogyakarta ini sangat terjangkau, yaitu Rp 3.000 per orang untuk pengunjung lokal dan Rp.7000 per orang untuk pengunjung asing. Serta dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 - 14.00 WIB.

Lokasi

Taman Sari terletak di dalam komplek Keraton Yogyakarta, tepatnya di sebelah selatan Pasar Ngasem. Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55133. Itulah beberapa informasi tentang Wisata Taman Sari.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA