Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 14 Des 2021 10:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Konon Desa Cantik Ini Dikutuk Cuma 26 KK, Inilah Karang Kenek

Wahyu Prihartanto
d'Traveler
Wisata di Karang Kenek Foto: Pemkab Situbondo
Wisata di Karang Kenek Foto: Pemkab Situbondo
detikTravel Community -

Warga desa Karang Kenek hidup berbahagia. Tinggal di tempat yang katanya dikutuk mungkin bagi kita adalah sebuah nasib sial. Tapi bagi warga Karang Kenek, hal tersebut justru semacam berkah tersendiri.

Mungkin iya, soal enggak bakal bisa nambah keluarga baru, tapi tinggal di desa ini semuanya terjamin. Mayoritas penduduk bisa menghidupi dirinya sendiri meskipun sederhana.

Mereka memang menyadari ada sesuatu yang dikurangkan, tapi di sisi lain penduduk juga merasa dilebihkan. Ya beginilah, meskipun desanya dikutuk, orang-orang Karang Kenek malah bisa hidup bahagia.

Kampung Karang Kenek berposisi di RT. 02 RW. 06 Desa Olean Kecamatan & Kabupaten Situbondo. Dari beberapa sumber yang saya dapat, jumlah warga kampung tersebut hanya 26 Kepala Keluarga, dan bertahan sampai saya berkunjung ke kampung itu beberapa waktu yang lalu.

Konon jika penduduknya berkurang karena ada yang meninggal atau keluar dari kampung, makan akan segera bertambah secara alamiah. Tetapi jika penghuni kampung sampai lebih, apalagi jika melakukannya dengan sengaja, menurut Juju alias sesepuh, maka warga setempat akan mengalami musibah.

Terkesan mistis memang, tapi, itulah aura yang saya rasakan saat berkunjung, dan saya sangat menghormati keyakinan tersebut. Satu hal menarik dari kampung status tertinggal ini.

Bertahun-tahun mereka mendiami area seluas 1,6 hektar dan di kelilingi sawah. Kampung tersebut hanya terdapat 26 rumah alias 26 sertifikat tanah dan bangunan. Artinya tidak pernah ada pengajuan pecah sertifikat ke pemerintah. Karena tidak ada pembangunan rumah baru, apalagi perebutan harta waris rumah.

Mereka berbahagia dengan fasilitas turun temurun ini. Pendek kata, BPN tidak perlu repot-repot. Sesepuh kampung mempersyaratkan yang di dalam tidak boleh keluar dan yang di luar tidak boleh masuk.

Mitos yang diyakini oleh masyarakat Karang Kenek ini berdasarkan data statistik kabupaten/kota per 23 Agustus 2021, Kabupaten Situbondo masuk risiko sedang dalam urusan Covid-19 lebih baik dari Kabupaten Sidoarjo dan Lumajang dengan risiko tinggi.

Mengingatkan kita pada Riwayat Rasul ketika kaumnya dilanda wabah, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Tha'un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan, apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.

Jadi jauh sebelum pemerintah menerapkan lockdown, psbb, ppkm masyarakat Karang Kenek telah menjalankan bertahun-tahun sebelumnya. Manajemen kependudukan Karang Kenek memberi kontribusi positif terhadap laju pertumbuhan penduduk kecamatan Situbondo.

Dari 4 kecamatan dengan tingkat kepadatan tinggi, yaitu Besuki, Panarukan, dan Panji, Situbondo menduduki no urut 3 dengan jumlah jiwa/km2 sebesar 1.716 (data kependudukan tahun 2014). Ini membuktikan bahwa strategi pembatasan KK yang diterapkan turun temurun oleh warga Karang Kenek cukup efektif dalam membantu pemerintah dalam hal kependudukan.

Jika kondisi memaksa terjadi proses perkawinan berdampak munculnya keluarga baru, maka keluarga tersebut harus keluar dari kampung. Keluarga tersebut akan berusaha sekuat tenaga mendapatkan kehidupan di luar kampung (merantau).

Sebuah pembelajaran nilai kehidupan untuk sukses dulu baru boleh Kembali kampung. Jika masih bertahan di Karang Kenek konsekuensinya tidak dapat menambah keluarga.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA