Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 31 Des 2021 10:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Trekking Sentul, Sehatkan Badan dengan View yang Mantul

Rachel
d'Traveler
Trekking ceria dengan guide yang ramah
Trekking ceria dengan guide yang ramah
Hamparan ilalang dengan latar bukit hijau
Hamparan ilalang dengan latar bukit hijau
Persawahan Sentul yang cantik bak permadani
Persawahan Sentul yang cantik bak permadani
detikTravel Community -

Sentul memang menjadi salah satu primadona wisata di Bogor, Jawa Barat. Alam hijau yang membentang luas menjadi alasan kuat mengapa orang warga Jakarta kini menjadikannya sebagai alternatif melepas penat.

Sudah dekat, bebas macet pula. Banyak aktivitas dapat dilakukan di kawasan yang hanya berjarak 1 jam ini dari Ibukota ini. Minum kopi dengan view perbukitan, menikmati makan siang bersama keluarga sambil menikmati udara sejuk, jogging atau bersepeda sekitar perumahan mewah Sentul City dan masih banyak lagi.

Salah satu kegiatan outdoor yang sedang booming saat ini di Sentul adalah trekking. Banyak jasa open trip yang menyediakan fasilitas jelajah perbukitan Sentul. Harga dan rutenya pun beragam, mulai dari yang 3 KM sampai 6 KM pulang pergi.

Saya dan keluarga memilih paket jarak terpendek yaitu 3 KM dengan estimasi waktu 2 – 3 jam. Kami mempercayakan 'Sentul Hill Trekking' sebagai pemandu kami ke Curug Leuwi Asih. Kami tiba di meeting point jam 7 pagi.

Sebelum bertemu panitia, kami mengisi perut dengan sepiring nasi uduk. Sudah kenyang dan siap menjelajah, kami pun diantar ke daerah Leuwi Asih sebagai start trekking.

Di sana kami dan beberapa rombongan melakukan pemanasan agar perjalanan terasa nyaman. Kami pun mulai menyusuri jalan setapak dengan ilalang di kiri kanannya.

Teriknya sang surya tak menyurutkan semangatku bahkan kedua orang tuaku dengan usia emasnya. Jalanan mulai menurun dan sedikit berbatu, untungnya kami dibekali trekking pole sebagai penopang.

Tanah sedikit licin bekas hujan semalam. Setiap menemukan spot bagus, kami pasti berfoto atau difotokan sang guide handal. Pepohonan dan hamparan hijau mewarnai perjalanan kami.

Sejuk sekali udaranya, tak pernah dijumpai di ibukota. Setelah sekitar 20 menit menyusuri turunan dengan deretan pohon singkong, kami tiba di sungai yang cukup deras arusnya.

Kami dan para trekker lain harus menyeberanginya melalui jembatan bambu menuju area persawahan. Nampak beberapa kelompok berfoto dengan latar sungai, sebagian lagi memilih terus berjalan sampai di hamparan hijau.

Saya meminta sang guide untuk mengambil gambar sedangkan orangtua saya memilih beristirahat sejenak di sebuah warung milik warga. Meski lelah, weekend kali ini sangat berfaedah dengan olahraga yang tak biasa.

Lalu, kami melanjutkan perjalanan dengan tenaga yang tersisa. Lelah seketika hilang ketika melihat banyak orangtua mengenalkan alam sejak dini kepada anak-anaknya. Petualang cilik saja bisa, masa kita sudah nyerah? Trip ceria ini dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak dan menanjak lagi.

Selanjutnya, indahnya perbukitan sentul dan kabut tipisnya

Kali ini konturnya lumayan membuat sepatu kami terbenam di tanah lumpur. Sejenak kami berhenti lagi untuk berfoto. Latar nya sungguh membuat kami terkagum. Undakan sawah dan perbukitan Sentul serta kabut tipis mewarnai hasil jepretan ciamik dari sang guide.

Rute kami lanjutkan ke area Hutan Pinus dan disebut sebagai Hutan Hujan tersebut . Terdapat sebuah restaurant di area Pinus yang terletak di Desa Cigobang ini. Selain itu, disediakan juga fasilitas berkemah yang sudah lengkap dengan tenda dan atribut lainnya.

Puas berfoto dan menikmati indahnya segerombol pinus tinggi, kami melangkah lagi ke tujuan terakhir plus sebagai muara dari trip singkat ini, yaitu Leuwi Asih. Pesona perbukitan dan sekumpulan pepohonan tinggi membius mata kami selagi kami berjalan dengan tenaga yang tersisa.

Ada yang unik sekaligus menyentuh hati. Beberapa anak desa setempat menjual bouquet ilalang seharga 5 ribu rupiah. Aku membeli 1 ikat untuk dijadikan properti foto.

Semangat anak-anak ini membuatku melantunkan doa terbaik dalam hati untuk mereka. Akhirnya sampai di Leuwi Asih. Curug nge-hits ini dipenuhi para trekker dan juga pengunjung lainnya. Lelah dan dahaga terbasuh oleh segarnya air alam di Leuwi Asih.

Terletak di Babakan Madang, area Leuwi ini cukup luas. Terdapat sungai jernih yang mengalir serta dan air terjun dengan debit yang cukup deras. Sebagian wisatawan memilih duduk-duduk santai sambil mengisi perut di warung makan yang berderet dekat sungai.

Pukul 1 siang kegiatan trekking kami selesai. Setelah mandi dan ganti baju, kami sekeluarga tancap gas ke arah Sentul City mencari menu makan siang. Tak lupa kami memberi tip untuk si mas guide yang keren ini. Rasa Lelah masih sedikit menempel, namun pikiran jadi segar dan tubuh pun bugar. Ingin olahraga bersama keluarga dengan cara yang tak biasa? Yuk trekking ceria di Sentul!

---

Artikel ini ditulis oleh pembaca detik Travel, Rachel. Traveler yang hobi berbagi cerita perjalanan, yuk kirim artikel, foto atau snapshot kepada detikTravel di d'Travelers. Link-nya di sini

BERITA TERKAIT
BACA JUGA