Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 30 Jul 2022 22:31 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Nginep Bak Priyayi Jawa di Antara Gunung Sindoro-Sumbing

Penginapan rumah joglo dari kayu jati di Le Desa Resort Syariah
Penginapan rumah joglo dari kayu jati di Le Desa Resort Syariah
Tempat ngopi santai yang ad di Ledesa Resort Syariah di lereng Gunung Kembang, Wonosobo
Tempat ngopi santai yang ad di Ledesa Resort Syariah di lereng Gunung Kembang, Wonosobo
Tersedia camping ground dan perlengkapannya di LeDesa Resort Syariah
Tersedia camping ground dan perlengkapannya di LeDesa Resort Syariah
detikTravel Community -

Ternyata ada resor menarik di antara Gunung Sindoro dan Sumbing. Di sini, traveler akan dimanjakan sekali, bak priyayi Jawa.

Jika saja tidak membuka Google Maps ketika kami berada di celah antara dua Gunung Sindoro dan Sumbing di Jawa Tengah, mungkin saya tidak akan menemukan Le Desa Resort Syariah. Itu seperti surga tersembunyi di dataran tinggi Wonosobo yang sejuk.

Ketika memasuki area resor, kami merasa tidak yakin masih berada di Wonosobo. Suhu dingin yang menyambut kami, dengan hamparan area resort yang luas dihiasi beberapa bangunan berasitektur Jawa.

Kami dibuat memasuki dimensi waktu yang berbeda. Kami merasa melompati waktu, kembali ke zaman kejayaan Kerajaan Majapahit.

Apalagi ketika kami memasuki pendopo utama, mengingatkan kami pada pendopo di Keraton Yogyakarta, hanya saja di sini versi lebih kecilnya. Di beberapa sudut, tampak beberapa bangunan bergaya joglo, juga ada bangunan mirip lumbung padi pada zaman dulu.

Semua bangunan ini, walaupun bangunan baru tetapi menggunakan kayu jati lama dan tua. Saya menduga, ini adalah bangunan lama yang direstorasi dan didirikan di sini.

Jadi aura rumah joglo kuno, seperti yang dihuni para bangsawan Jawa tempo dalu sangat terasa. Kami mendekati bangunan mirip lumbung padi yang kami lihat, karena penasaran.

Ternyata, itu merupakan bagian dari bangunan yang digunakan sebagai salah satu penginapan dan disewakan. Kaki kami kemudian melangkah lebih jauh, untuk menikmati keindahan suasana di resor ini.

Kami masih penasaran dengan suasananya. Lebih jauh, kami membayangkan kehidupan para bangsawan Jawa di zaman dulu, mungkin seperti inilah. Kabut perlahan menghilang, tidak berapa lama, Gunung Sindoro menampakkan kegagahannya.

Suara kicauan burung menghibur kami, seolah-olah nyanyian selamat datang. Nyanyian burung ini berhenti, dan si biduan tiba-tiba melarikan diri terganggu dengan suara ringkikan kuda yang tiba-tiba muncul.

Kami juga baru tersadar, sudah lama mengelilingi resort tersembunyi ini, dan belum melakukan reservasi. Jadi kami segera mencari petugas untuk melakukan reservasi.

Ditempat reservasi, sudah ada beberapa tamu yang datang dan melakukan reservasi untuk menginap. Ternyata resor yang terletak di lereng Gunung Kembang, anak dari Gunung Sindoro ini sebuah resort syariah.

Jadi tamu berkelompok harus menunjukkan identitas mereka dan hanya pasangan sah saja yang layak menikmati surga tersembunyi ini. Resort ini sungguh ramah keluarga dan anak.

Selanjutnya, fasilitas lain di Le Desa Resort Syariah

Kami sengaja memilih jenis cottage, penginapan termahal dengan fasiitas lengkap untuk menginap malam ini. Sedangkan teman lain, sengaja memiih lumbung, mereka akan merasakan menginap di bangunan yang di zaman dulu dipakai untuk menimbun bahan pangan hasil panen petani.

Saya sengaja memilih cottage karena saya benar-benar ingin healing setelah lelah mengemudi dari Jakarta. Mandi air panas dan tidur di tempat tidur lebar nan empuk dan hangat, dengan kamar berarsitektur Jawa kuno dari kayu, serasa seorang bangsawan Jawa.

Yang mengejutkan, petugas yang menerima reservasi memberitahu adanya fasilitas 2 pax barbeque dinner, 2 pax breakfast, 2 tiket Wonoland, Horse Riding, ATV, juga boleh memberi makan kelinci yang menjadi satwa peliharaan Le Desa Resort Syariah.

Belum lagi saya bisa berenang, berolahraga memanah dan berkuda. Sungguh lengkap fasilitas di Le Desa Resort Syariah ini.

Selain Cottage, Le Desa Resort Syariah menyediakan juga Flat Room, Lumbung Mas, Lumbung Padi, Griya, Joglo Kudus, bahkan ada camping ground yang bisa dipakai untuk menginap dan parkir kendaraan camper van.

Tentu saja Le Desa Resort Syariah juga menyediakan tenda buat para pengunjung yang tidak membawa ketika berkunjung. Jadi ini bisa menjadi alternatif ketika semua fasilitas penginapan penuh.

Di malam hari ketika kami menikmati BBQ dinner di Pendopo, di salah satu sudut bangunan penginapan tampak beberapa lampu warna-warni berjajar dengan beberapa bunga, satu pasangan menuju pintu penginapan yang terlihat romantis dan lokasi ini bisa dipesan untuk acara pernikahan.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA