Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 26 Jan 2023 09:16 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Jika Jepang Jadi Impian Mampir ke Batu Malang Yuk, Serasa Jadi Oshin

Ida Setianingsih
d'Traveler
Suasana ala perdesaan di Jepang
Suasana ala perdesaan di Jepang
Jalan setapak di depan rumah gaya Jepang
Jalan setapak di depan rumah gaya Jepang
Daun Jarak Merah menghiasi danau mini dengan Torii Gate merah
Daun Jarak Merah menghiasi danau mini dengan Torii Gate merah
Wisawatan bisa menyewa kostum Yukata
Wisawatan bisa menyewa kostum Yukata
Jembatan ikonik khas Jepang
Jembatan ikonik khas Jepang
detikTravel Community -

Berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut dengan suhu pegunungan yang sejuk, landscape ini sangat pas untuk menghadirkan suasana Jepang yang khas bagi para pecinta suasana Jepang di Indonesia.

Setelah menempuh 10 km dari alun-alun kota Batu, kita akan sampai di sebuah desa yang mengingatkan kita pada serial Oshin. Diawali dari gerbang kita segera disambut security berseragam ala Jepang, lalu kita akan diarahkan menuju lobby The Onsen Hot Spring Resort Batu.

Suasana lobby sudah terasa Jepang-nya mulai dari penampilan resepsionis, dekorasi tulisan huruf Jepang, dan lainnya. Setelah memilih paket wisata dengan harga promo Rp 30.000 kita bebas jika ingin foto sepuasnya dengan yukata rent (sewa baju kimono Rp 100.000 - Rp 150.000). Jika kita ingin berendam air hangat belerang bisa segera menuju Genki Onsen.

Beberapa spot khas Jepang membuat kita serasa berada di Jepang di antaranya rumah kayu khas desain Jepang berjajar, bunga sakura artifisial yang sempurna mengelabui mata kita, gerbang Torii merah yang mengangkang di atas danau buatan kecil dengan bebatuan juga jembatan merah yang sangat menyita ruang mata kita.

Sangat cantik apalagi jika berfoto dengan kostum Kimono. Jika anda masih banyak tenaga maka susurilah jalanan sepanjang Ryokan yang berjajar indah.

Ada beberapa taman Jepang dengan lorong pohon bambu 100 m sebagai spot foto cantik. Beberapa pohon biji jarak merah (Ricinus Communis) memberi warna tersendiri di taman Jepang ini.

Di sana kita juga akan bertemu dua pegulat sumo dalam diorama yang unik. Kami bersyukur karena datang saat jam siang sehingga suasana agak lengang, hal itu membuat kami leluasa bergerak mencari spot foto tercantik.

Biasanya sore hari pengunjung meningkat, meskipun senja tidak begitu cantik terlihat dari balik pegunungan. Saat lelah akibat menyusuri taman nan luas, perut pasti menuntut haknya.

Tidak ada salahnya mencoba berbagai menu khas Jepang di Fushimi Resto. Beberapa angsa berenang di kolam mini di bawah Torii gate merah, ditambah lagi kimono merah berbunga kecil telah membalut badan, sempurna. Saya menjadi Oshin dalam beberapa saat.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA