Museum Tekstil Jakarta menawarkan pengalaman wisata edukatif yang tak sekadar melihat koleksi, tetapi juga mengajak pengunjung merasakan langsung proses membatik hingga mencoba kebaya secara virtual berbasis AI.
Museum Tekstil Jakarta menjadi salah satu destinasi wisata edukatif menarik di ibu kota. Museum ini memiliki lima ruangan utama, yakni ruang pameran, perpustakaan, galeri batik, ruang workshop membatik, serta ruang pengenalan wastra yang memperkenalkan kekayaan tekstil Nusantara.
"Museum tekstil memiliki 5 ruangan salah satunya adalah ruangan pameran ini dan untuk galeri batik ada di samping kiri gedung ini, ada perpustakaan dan koperasi di belakang," kata Ami, petugas di ruang pameran kebaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di ruang pengenalan wastra, pengunjung dapat melihat berbagai alat tenun tradisional dari sejumlah daerah, seperti Pekalongan dan Jawa Timur. Tak hanya melihat, pengunjung juga diperbolehkan menyentuh langsung tekstur kapas yang menjadi bahan dasar pembuatan kain.
Saat ini, ruang pameran Museum Tekstil Jakarta tengah menampilkan pameran kebaya dari berbagai provinsi di Indonesia. Pameran ini memperlihatkan ragam bentuk, motif, dan filosofi kebaya sebagai busana tradisional yang sarat nilai budaya. Museum ini sendiri menyimpan ribuan koleksi tekstil, mulai dari batik, kain tenun, hingga aneka wastra Nusantara.
Di area Kids Zone pada ruang pameran kebaya, pengunjung dapat mencoba pengalaman unik berupa fitting busana batik dari berbagai daerah menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Pengunjung akan mendapat penjelasan tentang motif batik yang dipilih, lalu mencoba busana secara virtual tanpa menyentuh layar. Cukup dengan menggerakkan tangan, kamera akan mendeteksi gerakan untuk menggeser kursor di layar besar.
Pilihan busana yang tersedia antara lain kemeja dan gamis. Bergeser ke ruangan lain, terdapat galeri batik yang menampilkan koleksi kain batik dari berbagai daerah di Indonesia.
Di area ini juga tersedia pernak-pernik handmade seperti gantungan kunci dan kipas tangan dengan harga mulai Rp5.000 hingga Rp10.000. Sebelum masuk, pengunjung diarahkan untuk mengisi buku kunjungan.
Di bagian belakang museum, pengunjung dapat menemukan fasilitas musala serta koperasi yang menjual berbagai produk bermotif batik, seperti pakaian, syal, dompet, kipas, hingga sandal. Harga produk bervariasi, salah satunya syal batik yang dibanderol hingga Rp700.000.
"Kalau syal batik harganya ada yang sampai Rp 700 ribu," ujar Dewi, penjaga koperasi Museum Tekstil.
Salah satu aktivitas favorit di Museum Tekstil Jakarta adalah workshop membatik. Pengunjung dapat mengikuti kegiatan ini dengan biaya Rp50.000 sebagai pengganti kain dan canting.
Pengunjung bebas memilih motif, baik yang sudah tersedia maupun menggambar sendiri dengan metode jiplakan. Pilihan gambar sangat beragam, mulai dari bunga, karakter kartun, hingga ikon khas Jakarta seperti Monas, bajaj, dan ondel-ondel.
Setelah menggambar, pengunjung akan belajar mencanting menggunakan lilin batik, dilanjutkan dengan proses pewarnaan, pencucian, hingga penjemuran. Dalam waktu sekitar 15-30 menit, pengunjung sudah dapat membawa pulang hasil batik buatan sendiri.
Museum Tekstil Jakarta berlokasi di Jalan Aipda KS Tubun Nomor 2-4, Tanah Abang, Palmerah, Jakarta Pusat. Museum ini cocok menjadi pilihan wisata edukatif bagi keluarga maupun pelajar yang ingin mengenal dan merasakan langsung kekayaan tekstil Indonesia.












































Komentar Terbanyak
Dulu Viral, Community Center Pamulang Kini Tak Terawat
Kinerjanya Cuma Diberi Nilai 50 oleh DPR, Apa Kata Menpar Widiyanti?
Wisatawan ke Bali Turun, Koster Janji Temui Kemenhub Minta Harga Tiket Dipangkas