Berkah Ramadan, Cuaca Sejuk Liburan Jadi Tidak Melelahkan
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Berkah Ramadan, Cuaca Sejuk Liburan Jadi Tidak Melelahkan

Aisyah Nurina - detikTravel
Senin, 02 Mar 2026 15:45 WIB
loading...
Aisyah Nurina
Pantai di Jimbaran
Kulineran Jepang
Melihat chef beraksi
Kolam renang
Berkah Ramadan, Cuaca Sejuk Liburan Jadi Tidak Melelahkan
Berkah Ramadan, Cuaca Sejuk Liburan Jadi Tidak Melelahkan
Berkah Ramadan, Cuaca Sejuk Liburan Jadi Tidak Melelahkan
Berkah Ramadan, Cuaca Sejuk Liburan Jadi Tidak Melelahkan
Jakarta -

Bulan Ramadan tahun ini seperti diberikan keberkahan. Cuaca yang sejuk dan tidak panas sungguh meringankan dan membuat liburan jadi tidak melelahkan.

Awan mendung dan hujan yang membasahi langit hampir di setiap hari membuat bulan Ramadan tahun ini jadi lebih berkesan. Cuaca yang cenderung sejuk membuat ibadah puasa jadi sedikit lebih ringan.

Menjalankan ibadah puasa sambil liburan pun tidak jadi soal. Lagi-lagi kami memilih Bali sebagai lokasi liburan singkat. Perjalanan dari Jakarta kami tempuh selepas berbuka puasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum terbang, kami menyempatkan berbuka puasa terlebih dahulu dengan menyantap kuliner Jepang. Pilihan jatuh kepada Tendon Tenya yang baru membuka cabang di Central Park Mall Jakarta. Ini merupakan gerai ketiga mereka, setelah sukses di Gandaria City dan Plaza Senayan.

Di sini kami menyantap Tempura Set yang berisi tempura yang renyah dan saus yang menggoyang lidah, serta sup miso hangat. Rasanya berpadu dan kawin secara sempurna di dalam mulut. Selama Ramadan, tempura set ini dibanderol Rp 118 ribu per orang.

ADVERTISEMENT

Dengan pembukaan ketiga di Indonesia, saat ini sudah ada 20 lokasi Tenya yang tersebar di beberapa negara, antara lain Filipina 10 lokasi, Hong Kong 6 lokasi, dan Singapura 4 lokasi.

"Kami ingin memperkenalkan tendon tempura nomor satu di Jepang kepada masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta. Kini, kami memperluas pasar Indonesia dengan membuka gerai ketiga di Tribeca Central Park. Kami juga akan menghadirkan berbagai promo menarik dengan kualitas makanan terbaik yang disajikan kepada masyarakat," kata Robin Makmur, Director of PT Prima Makmur Kuliner.

Setelah beres berbuka, kami pun bergegas ke bandara Soekarno Hatta. Kami pilih penerbangan malam. Setibanya di Bali kami bisa langsung beristirahat di hotel untuk kemudian beraktivitas liburan keesokan paginya.

Di pulau Dewata, kami menginap di daerah Jimbaran, tepatnya di Platinum Hotel Jimbaran Beach. Hotel ini seperti oase bagi mereka yang ingin merayakan bulan suci dengan suasana yang lebih nyaman di tepi pantai Jimbaran.

Daerah ini memang terhitung tidak terlalu ramai jika dibandingkan dengan daerah di Bali lainnya. Para tamu bisa merasakan pengalaman menginap yang lebih meditatif dan sedikit menjauh dari hiruk-pikuk rutinitas hidup kota besar.

Para orang tua bisa menikmati momen bersantai di fasilitas wellness, sementara si kecil dapat tetap ceria di Kids Corner yang aman dan menyenangkan. Semua fasilitas di sini dirancang khusus agar setiap anggota keluarga dapat menikmati liburan dengan cara masing-masing.

Selama Ramadan, ada sajian All You Can Eat BBQ & Buffet seharga Rp 388 ribu per orang. Kalian bisa buka puasa di Infinity Sunset Bar sambil menikmati pemandangan laut dan sunset yang memukau di sore hari. Paket menginap di sini mulai Rp 1,4 juta per malam hingga 18 Maret 2026.

Lebih asyiknya lagi, di sini ada banyak pantai yang bisa dieksplorasi seperti pantai Jimbaran, pantai Kelan hingga pantai Kedonganan yang jadi incaran wisatawan.

Nah, Jimbaran juga terkenal akan olahan seafoodnya. Jika memang mau kulineran, kalian bisa melipir ke pasar ikan Kedonganan buat belanja aneka seafood dari ikan, cumi, kerang, dan udang. Setelah puas belanja, kalian bisa minta untuk memasak seafood itu di warung makan yang berada di sekitar pasar ikan Kedonganan. Rasanya dijamin lezat.

Menjelang senja, kalian bisa menempuh perjalanan ke Uluwatu yang akan selalu terasa istimewa. Tebing-tebing kapur yang menjulang tinggi berpadu dengan hamparan Samudra Hindia yang luas, menciptakan panorama dramatis yang sulit dilupakan.

Di ujung tebing berdiri Pura Luhur Uluwatu, salah satu pura laut paling sakral di Bali, tempat matahari perlahan tenggelam dalam cahaya keemasan. Saat langit berubah jingga, pertunjukan Tari Kecak dimulai.

Puluhan pria duduk melingkar, menyerukan 'cak-cak' secara ritmis dan berlapis, menciptakan orkestrasi vokal yang magis tanpa alat musik. Kisah Ramayana ditampilkan dengan latar matahari terbenam dan siluet api yang menari di udara.

Mengunjungi Uluwatu bukan sekadar menikmati pemandangan, tetapi merasakan perpaduan alam, spiritualitas, dan seni yang menyatu dalam satu pengalaman senja yang tak terlupakan.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads