Terkubur 3 Ribu Tahun, Ini Penampakan Kota Emas yang Hilang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Terkubur 3 Ribu Tahun, Ini Penampakan Kota Emas yang Hilang

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Kamis, 09 Apr 2026 12:07 WIB
loading...
Nyimas Amrina Rosada
A handout picture released by the Egyptian Ministry of Antiquities on April 8, 2021, shows the remains of a 3,000 year old city, dubbed The Rise of Aten, dating to the reign of Amenhotep III, uncovered by the Egyptian mission near Luxor. Β© AFP Photo/Handout/Egyptian Ministry of Antiquities
Kota Aten. Foto: AFP Photo/Handout/Egyptian Ministry of Antiquities
Terkubur 3 Ribu Tahun, Ini Penampakan Kota Emas yang Hilang
Jakarta -

Para arkeolog berhasil menemukan sisa-sisa kota emas yang hilang di kawasan Luxor, dekat Lembah Para Raja,Mesir. Penemuan ini sempat menghebohkan Mesir saat ditemukan pada April 2021 lalu.

Lost Golden City ini dikenal sebagai Aten, menjadi salah satu penemuan arkeologi paling penting dalam beberapa tahun terakhir. Kota ini ditemukan oleh tim arkeolog setelah melakukan pencarian selama kurang lebih lima tahun.

Dilansir detikTravel yang mengutip Daily Mail, Kamis (9/4/2026), Aten diketahui telah terkubur pasir selama lebih dari 3.000 tahun. Kota ini berasal dari masa pemerintahan Amenhotep III (1391–1353 SM).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada masa kejayaannya, Aten berperan sebagai pusat administrasi sekaligus jantung industri kerajaan yang sangat vital. Kota ini menjadi tempat berlangsungnya berbagai aktivitas pemerintahan, produksi, hingga distribusi sumber daya penting yang menopang kekuatan ekonomi kerajaan. Namun, setelah berakhirnya masa pemerintahan Akhenaten, kota ini perlahan ditinggalkan.

ADVERTISEMENT

Pemindahan ibu kota ke Amarna yang disertai perubahan besar dalam sistem kepercayaan membuat Aten kehilangan perannya, hingga akhirnya terlupakan selama berabad-abad. Penemuan arkeologis yang dilakukan kemudian mengungkap kembali jejak kejayaan kota ini.

Para arkeolog menemukan sisa-sisa permukiman lengkap dengan struktur rumah, area produksi, serta fasilitas industri yang menunjukkan tingginya tingkat organisasi masyarakat pada masa itu.

Bahkan, ditemukan pula pabrik yang diduga digunakan untuk mengolah emas dan berbagai material berharga lainnya. Selain itu, sejumlah artefak penting seperti koin tembaga dari dinasti Ptolemaic turut ditemukan para arkeolog,memperkuat bukti bahwa kota ini pernah menjadi pusat aktivitas ekonomi yang maju.

Julukan 'Lost Golden City' atau kota emas yang hilang pun disematkan bukan tanpa alasan. Aten diyakini sebagai salah satu pusat kemakmuran terbesar pada masanya, terutama dalam hal produksi dan distribusi kekayaan seperti emas.

Keberadaan berbagai fasilitas industri serta temuan artefak berharga menunjukkan bahwa kota ini bukan hanya sekadar pusat pemerintahan, tetapi juga simbol kejayaan ekonomi yang pernah bersinar sebelum akhirnya terkubur oleh waktu.

Pusat Industri Mesir Kuno

Sebagai pusat industri Mesir kuno, Aten memainkan peran yang sangat penting dalam menopang kekuatan ekonomi kerajaan pada masanya. Kota ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi, tetapi juga menjadi lokasi berbagai aktivitas produksi dalam skala besar.

Dari hasil penggalian, para arkeolog menemukan beragam fasilitas industri seperti dapur roti, bengkel kerja, hingga area pengolahan logam yang diduga juga mencakup pemrosesan emas.

Temuan ini menunjukkan bahwa Aten merupakan kota dengan sistem produksi yang terorganisasi dan maju. Keberadaan berbagai fasilitas yang berhasil ditemukan mengindikasikan bahwa aktivitas industri di Aten berlangsung secara intensif dan terstruktur, melibatkan banyak tenaga kerja dengan keahlian berbeda. Produksi barang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga kemungkinan didistribusikan ke wilayah lain dalam kekuasaan Mesir kuno.

Hal ini semakin mempertegas posisi Aten sebagai salah satu pusat ekonomi utama yang berkontribusi besar terhadap kemakmuran kerajaan. Lebih dari itu, penemuan di Aten juga memberikan gambaran nyata tentang kehidupan masyarakat Mesir kuno, khususnya mereka yang bekerja di sektor industri.

Dari peralatan yang ditemukan, terlihat bagaimana aktivitas sehari-hari berlangsung, mulai dari proses produksi hingga penggunaan hasilnya.

Kondisi Lost Golden City Saat Ditemukan

Kondisi Aten saat ditemukan menjadi salah satu hal yang paling mencuri perhatian para arkeolog. Salah satu hal yang paling mengejutkan dari penemuan Aten adalah kondisinya yang masih sangat terjaga dengan baik.

Dinding-dinding bangunan terlihat tetap kokoh berdiri, bahkan beberapa ruangan masih menyimpan peralatan sehari-hari yang ditinggalkan penghuninya. Meski telah terkubur selama ribuan tahun, kondisi bangunan di Aten seolah-olah baru saja ditinggalkan.

Selain bangunannya yang masih terjaga, ada yang menarik dari sisi arsitektur kota. Para arkeolog menemukan salah satu tembok unik berbentuk zig-zag dengan tinggi mencapai tiga meter.

Tembok ini hanya memiliki satu pintu masuk.Struktur ini diyakini berkaitan dengan sistem keamanan yang dirancang untuk mengontrol keluar-masuknya orang serta membatasi area tertentu di dalam kota.

Kondisi di Aten juga sedikit banyak menggambarkan kehidupan masyarakat Mesir Kuno saat itu, dengan banyaknya artefak yang masih utuh dan sarat informasi. Para arkeolog menemukan berbagai benda dengan tulisan hieroglif, sistem penulisan kuno Mesir yang kompleks. Artefak tersebut meliputi tutup kapal anggur,vas berisi daging kering, hingga cap resmi yang mencantumkan tahun pemerintahan Amenhotep III.

Keberadaan tulisan ini sangat membantu dalam mengidentifikasi usia kota secara lebih akurat. Beberapa temuan bahkan memberikan gambaran waktu yang sangat spesifik.

Misalnya, sebuah wadah berisi dua galon daging rebus yang bertuliskan tahun ke-37, yang diperkirakan berasal dari masa pemerintahan Amenhotep III hingga Akhenaten. Selain itu, ditemukan pula scarab,batu bata, dan kapal dengan penanda waktu serupa.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads