Berburu Stamp Railly di sejumlah stasiun Jabodetabek menjadi aktivitas seru bagi traveler yang ingin merasakan pengalaman berbeda saat naik kereta. Agar pengumpulan koleksi Stamp Railly ikonik lebih lancar, beberapa langkah perlu disiapkan.
Program Stamp Railly dari KAI dan KCI hadir di sejumlah stasiun dengan desain cap yang unik. Setiap cap dibuat dengan karakter menyesuaikan destinasi, seperti bangunan stasiun, landmark kota, budaya lokal, flora dan fauna, hingga karakter khas destinasi.
Bagi traveler yang tertarik mengoleksi cap ikonik stasiun, hal pertama yang perlu disiapkan berupa Stamp Railly Passport. Buku khusus ini jadi tempat kolektor mengumpulkan cap stasiun yang telah dikunjungi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tips Hunting Stempel Stasiun di Jabodetabek
1. Ketahui stasiun yang menyediakan Stamp Railly
Saat naik KRL, penumpang nggak bisa asal turun untuk mencari cap. Dikarenakan tak semua stasiun menyediakan stan Stamp Railly. Ada sepuluh stasiun yang dapat disinggahi untuk memburu cap ikonik.
Stasiun tersebut adalah Stasiun Bogor, UI, Manggarai, Jakarta Kota, BNI City, Jatinegara, Tanah Abang, Tanjung Priok, Pasar Senen, dan Gambir.
2. Siapkan waktu untuk transit
Kalau ingin mengumpulkan beberapa cap sekaligus dalam satu perjalanan, traveler perlu memperhitungkan waktu transit. Stasiun Manggarai dan Tanah Abang merupakan stasiun transit yang bisa digunakan traveler untuk mengatur rute secara matang.
Dengan begitu, perjalanan tidak perlu terburu-buru. Traveler tetap bisa menikmati perjalanan dengan kereta sambil mencari cap dari stasiun yang sudah masuk ke daftar tujuan.
3. Foto cap yang sudah didapat Setiap cap memiliki desain berbeda. Karena itu, traveler dapat mengambil foto setiap stempel ikonik sebagai dokumentasi perjalanan. Selain jadi kenangan, kumpulan foto itu dapat membantu traveler mengingat destinasi mana saja yang sudah disambangi.
4. Simpan Stamp Railly Passport
Stamp Railly Passport bakal menjadi bukti perjalanan setelah cap mulai terkumpul. Supaya nggak hilang, traveler bisa menyimpan buku khusus di tempat yang aman sembari menjelajahi stasiun-stasiun lainnya.
Public Relations Manager KAI Commuter Indonesia (KCI), Leza Arlan, menjelaskan bahwa program ini bukan hanya tersedia di Jabodetabek. Program Stamp Railly akan dikembangkan ke sejumlah wilayah di Jawa dan Sumatra hingga 2027 nanti.
"Awalnya memang di Jabodetabek ini, nanti akan ke Jawa dan Sumatra, jadi nggak cuma di sini, tapi next-nya sampai 2027 nanti kita tuh punya (target) Nataru sampai lebaran," ujar Leza kepada detikTravel pada Rabu (26/08/2026).
5. Jadikan koleksi cap sebagai pengalaman perjalanan
Bukan hanya mengejar jumlah stempel, setiap stasiun punya karakter dan cerita yang unik. Hal itu membuat perjalanan mengoleksi Stamp Railly sebagai pengalaman tak terlupakan bagi traveler.
"Targetnya sendiri ya otomatis nggak cuma dari pengguna Commuter Line, justru ada dari luar juga. Target kita ada railly fans, ada juga kalau misalnya wisatawan-wisatawan lain yang misal mau lihat stasiun heritage. Kita bareng-bareng berikan customer experience-lah ke orang yang ikut kegiatan ini," ujar Leza.
Buat traveler yang pengen mencoba aktivitas baru saat naik KRL, hunting Stamp Railly bisa masuk daftar. Tinggal siapkan Stamp Railly Passport, tentukan stasiun tujuan, lalu mulai mengumpulkan cap satu per satu.











































Komentar Terbanyak
Amerika Serikat Tangguhkan Pengajuan Visa Imigran di Seluruh Dunia
Duh! Temuan Celana Dalam-Kutang Wanita Berserakan Menodai Gunung Tangkil
Si Paru-Paru Dunia Itu sedang Terluka dengan Cara Paling Menyakitkan