Area Blok M tidak hanya tentang kuliner, pengunjung juga dapat berburu mainan jadul di Blok M Square. Di tengah kawasan Blok M yang dipenuhi kafe hits, Kampoeng Mainan menghadirkan lorong yang berisi sejumlah kios mainan seperti diecast, blokees, hingga action figure.
Berburu mainan jadul di area tersebut bisa jadi pengalaman seru, apalagi jika menemukan barang incaran. Namun, jangan terburu-buru membeli karena setiap kios akan memiliki koleksi, kondisi, dan harga yang berbeda.
Kampoeng Mainan di lantai 3A, Blok M Square, Jakarta Selatan, menawarkan beragam mainan hobi, mulai dari diecast, action figure, hingga blokees. Pengunjung bisa menemukan sejumlah mainan vintage dan collectible yang mungkin sulit ditemukan di toko ritel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Action figure seperti karakter Marvel, DC, karakter anime, hingga sejumlah karakter film populer dijajakan di sana. Di Kampoeng Mainan juga terdapat beragam diecast dengan kondisi limited edition dan special event.
Pemilik kios RAD, Ricardo, mengatakan pengunjung datang dengan beragam kebutuhan. Ada yang mencari barang karena sedang tren, kemudian ada juga yang mengejar mainan yang memiliki hubungan personal dengan masa lalu.
"Lebih kepada satu yang lagi hype. Kedua faktornya yang dia cari barang hobi yang memang relate sama pribadi atau personalnya dia," ujar Ricardo kepada detikTravel di Kampoeng Mainan Blok M Square, Senin (14/09/2026).
Karena itu, traveler sebaiknya tidak langsung mengambil barang pertama yang menarik perhatian.
Berdasarkan pengalaman detikTravel, berikut ini tips berburu mainan jadul di Kampoeng Mainan Blok M Square agar tidak salah pilih.
Tips Berburu Mainan jadul di Kampoeng Mainan Blok M Square:
1. Jangan buru-buru membeli
Pertama, mainan yang terlihat menarik belum tentu menjadi barang yang paling cocok dibawa pulang. Coba untuk mengelilingi area Kampoeng Mainan lebih dulu, catat barang yang menarik, lalu kembali lagi setelah melihat pilihan di kios lain.
2. Teliti kondisi barang
Selanjutnya, khusus untuk mainan lama, kondisi barang menjadi hal penting. Periksa bagian tubuh action figure, cat atau warna, kondisi diecast, aksesori, kemasan, hingga bagian terkecil lainnya sebelum memutuskan membeli.
3. Tanyakan soal keaslian
Kalau membeli barang koleksi, tanyakan kepada penjual apakah mainan tersebut orisinil, reproduksi, atau tiruan. Ini penting terutama bagi traveler yang baru mulai berburu mengumpulkan koleksi mainan kesukaan.
4. Tanyakan cerita di balik barang
Traveler yang datang bukan sekadar ingin membeli, ngobrol dengan penjual justru bisa menjadi bagian paling menarik. Hal ini bisa membuat kegiatan berburu mainan terasa seperti mencari benda kecil yang punya cerita sendiri.
5. Sesuaikan dengan tujuan
Kalau tujuan datang hanya untuk mencari pajangan di rumah, tidak perlu memaksa membeli barang langka dengan harga tinggi. Sebaliknya, kolektor bisa fokus pada pencarian mainan yang sesuai dengan tema koleksinya.
Traveler bisa berburu di Kampoeng Mainan mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga yang ditawarkan sejumlah kios mainan mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.
Jalan-jalan ke Kampoeng Mainan bukan cuma soal pulang membawa kantong belanja. Ada keseruan saat menyusuri kios, membandingkan koleksi, bertanya kepada penjual, hingga akhirnya menemukan satu mainan yang terasa paling pas.











































Komentar Terbanyak
Kata Pramugari, Kalau Bisa Penumpang Tak Pakai Meja Lipat di Penerbangan
Whoosh Belum Bikin Untung dari Tiket, tapi Benarkah Indonesia Rugi?
Pemerintah Thailand Panggil Dubes Israel, Ingatkan Warganya untuk Jaga Perilaku