Berangkat sebelum matahari terbit, naik kapal dari Jakarta, lalu seharian berada di tengah laut sambil menunggu ikan menyambar kail. Begitulah keseruan mengikuti trip mancing dari Dermaga Kresek, Tanjung Priok, yang ternyata bukan cuma soal membawa pulang ikan.
detikTravel bersama rombongan berkesempatan mencoba sensasi open trip memancing seharian di perairan Teluk Jakarta Utara pada Sabtu (26/9/2026). Perjalanan dimulai sejak pagi dan langit terlihat masih gelap.
Tepat pukul 05.30 WIB, kapal berisi rombongan 6 peserta mulai meninggalkan dermaga, dipimpin oleh Kapten Sadeli dan Guide Fahad. Dari awal, Fahad sibuk menyiapkan peralatan pancing peserta satu per satu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setengah jam berlalu, perjalanan terasa cukup santai dengan angin pagi yang sepoi-sepoi. Selama keberangkatan, rombongan disuguhi pemandangan dermaga dan kapal-kapal yang perlahan semakin jauh dari pandangan.
Sejak kapal berangkat, Fahad sudah sibuk dengan kail, umpan, dan alat pancing. Satu set pancing membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit untuk dipersiapkan, termasuk memasang kail dan mengaitkan umpan berupa udang hidup.
Matahari mulai menampakkan diri. Jangkar diturunkan di area Karang Tengah, spot yang tidak jauh dari Karang Putri. Ombak masih cukup terkendali meski kapal beberapa kali bergoyang.
Di sini, kami mulai memancing. Ada beberapa ikan yang menyambar kail, seperti ikan gabus, ikan tongkol, hingga cumi yang menjadi target pun ikut didapatkan. Makin seru, peserta terus memancing hingga mendapatkan ikan kuwe.
Ingin mendapatkan lebih, satu jam kemudian, kapal berpindah ke spot lain dengan kedalaman sekitar 5-15 meter. Di sini, jenis ikan yang didapatkan semakin beragam. Mulai dari ikan buntal, baronang, hingga ikan kakatua sangat mudah dijumpai di sini. Kapal kembali bergerak menuju Karang Nirwana.
Menurut Fahad, kawasan ini memiliki air yang lebih jernih dan relatif dangkal sehingga karang dari atas kapal bisa terlihat. Ikan berkeliaran di bawah pun tampak lebih banyak.
"Di situ airnya jernih tapi dangkal, karangnya kelihatan, ikannya banyak," kata Fahad kepada detikTravel.
Sesampainya di Karang Nirwana, peserta kembali asyik melempar kail ke laut. Matahari yang semakin terik tidak menghentikan semangat mereka.
Aktivitas semakin seru karena ikan yang didapat cukup beragam, mulai dari kerapu harimau, bendera, hingga ikan mata belok.
Bagi Fari, salah satu peserta trip yang sudah hobi mancing sejak tahun 2008, Karang Nirwana menjadi spot yang paling berkesan. Ia mengaku baru pertama kali ikut trip dan merasa seru karena bertemu teman-teman baru.
Selain itu, Fari menyebut kegiatan mancing untuk mencari jeda dari hiruk-pikuk Jakarta yang ramai. Setelah sehari-hari menghadapi suasana kota yang bising, di tengah laut justru membuat pikirannya menjadi lebih tenang.
Pengalaman berbeda dirasakan Rosi. Perempuan 32 tahun itu mengaku baru pertama kali mancing. Dari awal tidak terlalu tertarik, ia memutuskan untuk ikut rombongan karena diajak teman, tetapi setelah di atas kapal justru paling senang dan heboh.
Lebih dari sekali, Rosi berteriak heboh ketika ikan menyambar umpannya. Menariknya, walaupun baru sekali mancing, ia justru mendapatkan ikan paling banyak di antara peserta yang lain.
Ombak yang sempat tinggi membuatnya sedikit takut. Namun, pengalaman memperoleh ikan dan menikmati suasana air jernih di Karang Nirwana membuat rasa cemas itu terbayar.
Dari pengalaman itu, dirinya ingin mencoba kembali di kemudian hari. Perjalanan pulang menjadi pengingat bahwa laut tak selalu bersahabat. Menjelang tengah hari, angin berhembus makin kencang dan gelombang laut menjadi sedikit lebih tinggi. Kapal kemudian meninggalkan spot Karang Nirwana.
Perjalanan berlanjut menuju DAM Tanjung Priok. Sesekali percikan air laut yang dihantam kapal mengenai rombongan. Tak sedikit dari rombongan berteriak akibat besarnya ombak yang diterjang kapal saat perjalanan. Tak terbiasa di situasi tersebut, tiga peserta mengalami mabuk laut.
Kendati sudah mengonsumsi obat dan tubuh fit, ternyata belum cukup untuk melawan kerasnya ombak. Di area DAM, rombongan yang mulai lelah masih sibuk memancing untuk mendapatkan pundi-pundi lain.
Benar saja, beberapa menit berselang, umpan Rosi berhasil menyambar gurita. Setelah seharian terpapar matahari dan dihantam ombak, rombongan mulai merasakan rasa lelah. Menjelang sore hari, kapal akhirnya bertolak kembali ke Dermaga Kresek. Dari seharian mancing, sekitar 50 ikan berhasil kami dapatkan.
Open trip seperti ini punya daya tarik tersendiri. Peserta yang ikut tak perlu sibuk mengatur kapal sendiri karena sudah disediakan guide, umpan, makan siang, minuman, perlengkapan keselamatan, asuransi, hingga membawa pulang ikan yang berhasil ditangkap. Namun, laut tetap bukan tempat untuk datang tanpa persiapan.
Peserta diharapkan menjaga kondisi agar fit, tidur cukup, membawa obat antimabuk, serta menyiapkan jaket, topi, sunblock, dan jas hujan ringan. Untuk mengikuti open trip ini, peserta dikenakan biaya Rp265.000 per orang. Sedangkan untuk sewa alat pancing dikenakan Rp 75.000 per set.
Dengan biaya tersebut, peserta mendapat umpan udang hidup, makan siang, minuman, guide, life jacket, dan asuransi. Walaupun badan menjadi gosong, perjalanan berburu ikan di sejumlah spot di perairan Teluk Jakarta Utara menjadi cerita baru yang tak terlupakan.
Baca juga: Pulau Kecil yang Rupawan di Kepulauan Seribu |











































Komentar Terbanyak
Saat Negara Lain Ramai-ramai Tangguhkan Penerbangan Iran, China Beda Sendiri
Gunung 'Bahtera Nuh' mulai Dibor
AS Tutup Penerbangan Iran, Irak Pusing Tujuh Keliling