Menjelang berakhirnya libur panjang, mahasiswa biasanya mencari tempat untuk melepas penat sebelum kembali disibukkan jadwal kuliah. Salah satu pilihan yang bisa didatangi adalah Sesar Lembang Kalcer di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang menawarkan pengalaman wisata malam lewat atraksi Pohon Dongeng.
Kawasan ini tak hanya menawarkan udara sejuk khas Lembang. Ada sebuah pohon besar yang disulap menjadi panggung pertunjukan menggunakan permainan cahaya dan proyeksi visual.
Pertunjukan dimulai setelah hari gelap agar cahaya proyektor terlihat jelas di batang dan tajuk pohon. Ketika lampu mulai bergerak dan cerita dituturkan, perhatian pengunjung pun tertuju pada pohon tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pohon yang biasanya hanya menjadi bagian dari lanskap kawasan wisata itu seolah hidup dan menjadi medium untuk menyampaikan cerita. Pengunjung dari berbagai usia dapat menikmati pertunjukan tersebut sambil bersantai di tengah suasana malam Lembang.
Menurut Akang, salah satu pengelola Sesar Lembang Kalcer, Pohon Dongeng tidak dibuat sekadar sebagai instalasi untuk berfoto atau hiburan. Cerita yang ditampilkan membawa pesan tentang pentingnya menjaga hubungan manusia dengan alam.
"Melalui permainan cahaya dan visual yang ditampilkan, ini bukan hanya hiburan, melainkan juga edukasi. Pengunjung diajak merenung tentang hubungan antara manusia dan lingkungan," kata Akang.
Pesan tersebut disampaikan melalui tiga dongeng yang masing-masing mengangkat hubungan manusia dengan alam. Salah satunya mengajak pengunjung menanam kembali pohon sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan.
Pesannya sederhana: pohon yang ditebang perlu ditanam kembali. Sebab, pepohonan berperan menahan tanah dan membantu menyerap air. Ketika tutupan pohon berkurang, risiko bencana seperti longsor dan banjir pun dapat meningkat.
Pesan itu terasa relevan di kawasan perbukitan seperti Lembang. Di tempat seperti ini, keberadaan pepohonan bukan hanya mempercantik pemandangan, tetapi juga berkaitan dengan kondisi lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Konsep tersebut juga menjadi cara pengelola menyampaikan edukasi kepada pengunjung muda. Alih-alih menggunakan ceramah atau materi yang panjang, pesan lingkungan dikemas melalui cerita, cahaya, dan pengalaman langsung.
Dengan pendekatan visual seperti itu, pengunjung tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak menikmati sebuah pertunjukan. Edukasi pun diharapkan lebih mudah diterima karena hadir sebagai bagian dari pengalaman wisata.
Bagi mahasiswa yang sedang menikmati hari-hari terakhir libur panjang, Pohon Dongeng menawarkan pengalaman yang berbeda. Mereka bisa datang untuk mencari suasana baru, menikmati dinginnya malam Lembang, sekaligus membawa pulang pesan sederhana tentang pentingnya menjaga alam.
Sesar Lembang Kalcer pun menunjukkan bahwa wisata dan edukasi lingkungan dapat berjalan beriringan. Dengan sebuah pohon besar, permainan cahaya, dan tiga cerita, malam di Lembang tak hanya menjadi waktu untuk bersantai, tetapi juga ruang untuk mengingat kembali hubungan manusia dengan alam.
Pohon Dongeng dapat dinikmati saat malam tiba, ketika cahaya proyektor mulai berpendar di batang pohon dan cerita pun dimulai.











































Komentar Terbanyak
Kapolda Jateng Bantah Izin Konser Andrea Bocelli di Borobudur Dicabut!
Melihat Lagi Dukungan Menteri Pariwisata Terhadap Konser Andrea Bocelli
Polemik Konser Andrea Bocelli: Didukung Menteri Pariwisata-Ditolak MUI