Siap-siap, Turis Korea Selatan Bakal Lebih Banyak Liburan di 2027

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Siap-siap, Turis Korea Selatan Bakal Lebih Banyak Liburan di 2027

Vicky Fadly Ardana Putra - detikTravel
Kamis, 22 Okt 2026 15:11 WIB
loading...
Vicky Fadly Ardana Putra
Ilustrasi wisatawan Korea Selatan foto dok IG ktoid
Ilustrasi destinasi wisata Korea Selatan foto dok IG ktoid
Ilustrasi destinasi wisata Korea Selatan foto dok IG ktoid
Siap-siap, Turis Korea Selatan Bakal Lebih Banyak Liburan di 2027
Siap-siap, Turis Korea Selatan Bakal Lebih Banyak Liburan di 2027
Siap-siap, Turis Korea Selatan Bakal Lebih Banyak Liburan di 2027
Seoul -

Wisatawan Korea Selatan tampak masih ingin banyak liburan pada 2027. Namun, mereka diperkirakan akan lebih selektif dalam mengatur pengeluaran.

Menurut laporan Travel Trends 2027 dari Skyscanner, para pelancong Korea tidak punya rencana untuk mengurangi anggaran perjalanan mereka pada 2027.

Mereka justru mulai lebih bijak pengalaman mana yang layak mendapat porsi anggaran lebih besar dan bagian mana yang bisa dihemat untuk mendapatkan pengalaman liburan yang sesuai dengan keinginan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei terhadap 1.000 wisatawan Korea Selatan itu menemukan bahwa 80% dari mereka berencana melakukan perjalanan dengan jumlah yang sama atau lebih banyak dibandingkan tahun 2026. Kemudian, sebanyak 73% juga berencana mengeluarkan dana yang sama atau lebih besar untuk tiket pesawat, serta 68% memiliki rencana serupa untuk akomodasi.

Pakar perjalanan Skyscanner, Jessica Min mengatakan wisatawan bukan cuma mencari pilihan termurah, tetapi ingin menggunakan anggaran liburan dengan lebih bijak untuk mendapatkan pengalaman berkesan. Skyscanner merangkum hal tersebut dalam tema Travel Better Spent.

ADVERTISEMENT

"Ini bukan cuma tentang mencari pilihan termurah. Ini tentang memutuskan pengalaman mana yang layak diinvestasikan lebih banyak dan mana yang harus dikurangi pengeluarannya serta berbelanja dengan lebih bijak," kata Jessica, seperti dikutip dari The Korea Herald, Kamis (22/10/2026).

Salah satu tren yang muncul adalah perjalanan untuk berburu produk khas suatu tempat, mulai dari suvenir eksklusif hingga produk dari toko tertentu.

Min mengatakan sebanyak 61% responden yang didominasi gen z dan milenial mengaku pernah mengunjungi destinasi demi mendapatkan barang yang hanya tersedia di lokasi tersebut.

Tren lainnya adalah gym-cation, yakni liburan yang tetap memberi ruang bagi rutinitas olahraga. Sebanyak 31% responden mengatakan fasilitas kebugaran menjadi salah satu pertimbangan saat memilih penginapan.

Dengan begitu, liburan tidak harus membuat wisatawan meninggalkan kebiasaan hidup sehat. Pertimbangan nilai tukar mata uang yang lebih murah juga memengaruhi pilihan destinasi wisatawan.

Sebanyak 54% mengaku pernah mengganti tujuan perjalanan demi mendapatkan keuntungan dari kurs yang lebih murah. Min mengatakan bahwa perjalanan ke Jepang menjadi salah satu negara yang menarik perhatian wisatawan Korea Selatan karena yen yang lemah membuat para pelancong banyak mengunjungi kota-kota kecil.

Di sisi lain, sebanyak 35% responden ingin mengurangi ketergantungan pada smartphone dan laptop selama liburan. Mereka ingin membatasi atau menghentikan penggunaan perangkat elektronik saat liburan agar bisa fokus menikmati kekayaan alam dan budaya setempat.

Pengalaman budaya masih menjadi daya tarik para pelancong. Ada 24% dari mereka tertarik menikmati musik di tempat lokal yang memiliki karakter khas.

Sementara itu, 31% pelancong pernah mempertimbangkan beberapa perjalanan singkat untuk merayakan bulan madu, mulai dari setelah pernikahan hingga anniversary pernikahan.

Sebanyak 34% responden menyebut bahwa destinasi sejarah masih masuk dalam pertimbangan wisatawan seperti arsitektur bersejarah sebagai inspirasi perjalanan.

Tak hanya itu, kisah tokoh sejarah juga diminati oleh 35% dari mereka. Dalam laporan tersebut, Hakodate di Jepang menjadi destinasi dengan kenaikan pencarian penerbangan pulang-pergi tertinggi dari Korea Selatan.

Pencarian untuk perjalanan tahun berjalan meningkat 443% periode 1 Januari-17 Juni dibandingkan periode yang sama pada 2025. Luksemburg dan Quy Nhon di Vietnam menyusul dalam daftar tersebut.

Teknologi kecerdasan buatan juga mulai memiliki peran penting dalam perencanaan liburan. Sebanyak 61% pelancong mengaku percaya diri menggunakan AI untuk merencanakan dan memesan perjalanan, terutama untuk membandingkan harga, pilihan perjalanan, hingga menyusun rencana liburan.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads