Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 10 Jul 2012 14:21 WIB

DESTINATIONS

Wah, Sulawesi Selatan Punya Kerajaan Kupu-kupu!

Gerbang Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (Rahmayanti Akmar/ACI)
Jakarta - Pada 1857, ilmuwan asal Inggris Alfred Russell Wallace menemukan ribuan kupu-kupu di Sulawesi Selatan. Tempat ini sekarang menjadi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, yang oleh Wallace disebut The Kingdom of Butterflies.

Alfred Russel Wallace sama sekali tak menyangka, dirinya menemukan keajaiban saat menyingkap alam liar Indonesia. Pada 1857, ekspedisinya tengah berjalan di belantara Sulawesi Selatan. Tiba-tiba saja, di satu tempat, ia dikelilingi ribuan kupu-kupu dengan beragam jenis, ukuran, dan warna.

Wallace lalu menamai tempat ini: The Kingdom of Butterflies. Nama itulah yang mewakili tempat ini dalam bukunya berjudul 'The Malay Archipelago'.

Sekarang tempat ini bernama Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, yang terletak di wilayah Maros. Jaraknya sekitar 50 km dari Kota Makassar, dan 20 km dari Bandara Internasional Sultan Hassanuddin. Taman Nasional ini menempati area seluas 43 ribu hektar, dibagi menjadi tiga wilayah ekosistem yaitu Karst (batu kapur), Dataran Rendah, dan Hutan Gunung.

Mengutip situs resmi TN Bantimurung Bulusaraung, Selasa (10/7/2012), sampai Oktober 2011 lalu terdapat 200 jenis kupu-kupu yang teridentifikasi. Beberapa di antaranya adalah endemik Sulawesi seperti Papilio blumei, P. polites, P. sataspes, Troides haliphron, T. helena, T. hypolitus, dan Graphium androcles. Kupu-kupu raksasa yang langka, Papillo androcoles, juga hidup di Taman Nasional ini.

Selain melihat ratusan jenis kupu-kupu terbang bebas, wisatawan juga bisa melihat ribuan kupu-kupu yang diawetkan di museum. Ribuan kupu-kupu ini pernah mendiami TN Bantimurung Bulusaraung. Beberapa jenis tergolong unik dan langka, pun masih berkeliaran di alam bebas.

Adalah vegetasi dan lanskap alam yang membuat TN Bantimurung Bulusaraung digemari kupu-kupu. Lembah karst dengan tebing terjal dan vegetasi tropis membuat tempat ini habitat ideal spesies kupu-kupu, burung, dan serangga. Tak heran Taman Nasional ini juga punya sajian alam bagi tiap wisatawan.

Kata Batimurung itu sendiri berasal dari dua kata Bugis, "Benti" yang berarti air dan Merrung yang berarti "raungan". Hal itu tercermin lewat Air Terjun Batimurung, sebuah mahakarya alam yang keberadaannya menyejukkan jiwa raga. Dengan tinggi 15 meter dan lebar 20 meter, air yang terjun itu terpecah di antara bebatuan. Gemericik air yang dihasilkannya menjadi sebuah harmoni dengan udara sejuk, menyatu apik dengan rapatnya vegetasi gradasi hijau muda dan hijau tua.

Gua karst tersebar di banyak tempat. Dua gua yang paling terkenal adalah Goa Mimpi dan Goa Batu. Keduanya menyuguhkan stalagmit dan stalagtit berusia ratusan tahun, serta lukisan prasejarah di beberapa tempat.

TN Bantimurung Bulusaraung pernah, dan masih menjadi kerajaan kupu-kupu. Kapan Anda berkunjung?

(sst/shf)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA