Ada alasan di balik terpisahnya Gili Nanggu dengan apa yang traveler sebut sebagai "Tiga Gili". Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan lebih cocok dijadikan tujuan backpacking, tentunya dengan atmosfer yang berbeda di masing-masing pulau. Gili Trawangan adalah yang paling ramai oleh turis, sementara Gili Air cocok dijadikan tempat kemping sambil menikmati langit bertabur bintang.
Namun, Gili Nanggu tidak masuk ke dalam Tiga Gili tersebut. Ada satu hal mendasar yang paling membedakan pulau ini dengan Tiga Gili itu: sisi romantis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anda dan pasangan bisa menghabiskan waktu di resor bergaya tradisional, salah satunya Nanggu Island Cottage and Bungalow. Resor ini terletak persis di tepi pantai, menghadap laut lepas dan ufuk barat yang jadi tempat tenggelamnya matahari senja. Dengan luas 8 hektar, Gili Nanggu bisa dijelajahi hanya dalam waktu 45 menit.
Saat pagi tiba, gandenglah tangan si dia untuk menyongsong matahari di ufuk jingga. Tak perlu saling bicara, biarkan debur ombak dan semilir daun nyiur bergesekan yang memainkan lagu cinta untuk kalian berdua.
Nikmati hangatnya matahari yang mulai meninggi sambil berbaring di atas pasir putih Gili Nanggu. Biarkan jemari Anda menelusuri punggungnya dalam usapan mesra. Bosan bermesraan di tepi pantai, saatnya masuk ke air nan jernih. Nikmati warna-warni kehidupan bawah air, dalam dekapan air laut yang sehangat cinta. Air kelapa muda segar menjadi pelepas dahaga cinta Anda.
Sore hari adalah waktu yang tepat bergandengan tangan menyusuri pasir yang putih, dan menunggu matahari kembali ke peraduan. Peluklah orang yang paling Anda kasihi semesra surya merengkuh garis horizon.
Ketika surya berpulang, malam pun datang mencumbu Gili Nanggu. Dalam temaram lilin di meja makan, lihatlah binar cinta di matanya. Bisikanlah kata cinta, dan biarkan bulan menatap cemburu.
(sst/fay)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
11 Bandara Papua Ditutup
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi