"Ada tiga gugusan pulau-pulau kecil yang cantik di Raja Ampat. Paling bagus adalah Wayag, lalu Kabui, dan yang ke-3 adalah Pianemo," kata Hussein, pemandu para media dan tim dari Adira Beauty X-Pedition.
Hari Selasa (10/7/2012), mimpi saya pun terwujud. Mimpi mengunjungi gugusan pulau-pulau kecil nan cantik di Raja Ampat akhirnya tercapai. Perjalanan kali ini adalah menuju Pianemo, gugusan pulau-pulau kecil, setelah kami mengunjungi Desa Sawingrai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan perjalanan sekitar 1 jam, akhirnya saya tiba di Pianemo. Oh, sungguh pemandangan yang menakjubkan! Ada gugusan pulau-pulau kecil yang berada di sepanjang mata memandang. Bentuknya pun beragam, ada yang hanya berupa batu di tengah lautan dan ada juga pulau besar yang ditumbuhi pepohonan.
Teriknya matahari menambah pesona gugusan kepulauan ini. Di sekitar pulaunya terlihat air laut yang berwarna biru kehijauan, atau yang bernama gradasi. Memang, tidak ada pantai berpasir putih di tiap pulaunya. Namun hal itu, tidak mengurangi pesona pulau-pulau kecil ini sedikit pun.
Kapal kami pun mengelilingi gugusan pulau-pulau ini. Kami bagaikan semut kecil yang berenang di antara bebatuan. Pemandangan ini seolah menjawab pertanyaan saya tentang keindahan Raja Ampat yang sesungguhnya. Anda memang bisa melihat keindahan pulau-pulau kecil ini dari internet, namun aslinya berjuta-juta kali lebih cantik!
Sambil mengabadikan pemandangannya dalam gambar, saya pun tak berhenti berdecak kagum. Layak memang Raja Ampat menjadi primadona bagi pariwisata Indonesia, karena keindahannya tidak terbantahkan. Sungguh unik melihat gugusan pulau-pulau kecil ini, pemandangan yang jarang ditemukan di manapun.
Berkunjunglah ke Pianemo dan saksikan sendiri gugusan pulau-pulau kecilnya dari dekat. Dijamin, Anda akan terdiam memandangi pemandangan di depan mata. Percayalah!
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bule Swiss Ejek Nyepi di Bali, PHDI Buka Suara