Puasa di bulan Ramadan tak hanya soal menahan makan, minum, juga hawa nafsu. Puasa juga berarti meningkatkan ibadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT. Beruntung, Indonesia menjadi negara Muslim terbesar di dunia. Anda bisa merasakan atmosfer Ramadan yang identik dengan banyak hal, mulai dari suguhan ta'jil waktu berbuka hingga tradisi nyekar di hari Lebaran.
Tapi, ada satu tempat untuk lebih mendekatkan diri dengan Allah SWT. Tempat itu tak lain adalah Tanah Suci, rumah-Nya, Arab Saudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usaha menahan lapar, haus, serta hawa nafsu itu akan semakin diuji ketika Anda berada di Tanah Suci. Matahari gurun yang membakar kulit dan hawa panas yang menusuk tulang menjadi teman Anda dalam melakukan berbagai ritual.
Puasa di sini mempertajam rasa empati. Bayangkan saja, Anda melakukan perjalanan Madinah-Makkah dalam waktu 5 jam berkendara. Dulu, Rasulullah melakukan perjalanan ini dengan berjalan kaki. Tak ada jalan, tak ada persediaan minuman, melewati tandusnya padang pasir.
Anda tak akan merasakan atmosfer Ramadan yang sama seperti di Tanah Suci. Semua Muslim berkumpul, berdoa, bersujud bersama di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Anda sahur bersama puluhan ribu umat Muslim dari seluruh dunia. Tiap adzan yang berkumandang selama 5 kali itu menjadi panggilan untuk salat bersama, tanpa menunda.
Ramadan tahun ini jatuh saat musim panas. Walaupun cuacanya lebih panas dari Indonesia, berpuasa di Tanah Suci akan terasa nikmat. Menjelang waktu berbuka, mobil bak berbondong-bondong memasuki pelosok Makkah dan Madinah. Masyarakat yang merasa berpunya berlomba-lomba untuk berbagi sedekah, membagikan ta'jil untuk berbuka puasa. Ada roti, yogurt, kurma, dan beragam panganan lain yang dibagikan cuma-cuma.
Tak hanya itu, panitia masjid juga berusaha memastikan tiap jamaahnya agar bisa menikmati ta'jil. Berbagai panganan diedar ke seluruh masjid, termasuk juga Kopi Arab yang terkenal karena pekat.
Di Tanah Suci, waktu benar-benar dihabiskan untuk ibadah. Anda bebas berekspresi kepada Tuhan. Salat di trotoar jalan, mengaji sambil berjalan. Ramadan di Arab Saudi akan menjauhkan segala masalah duniawi. Mendengar setiap Muslim berseru kalimat talbiyah:
"Labaikallahuma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaika, innal hamda wan ni'mata laka wal mulka laa syariika laka."
Artinya, "Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Tidak ada sekutu bagi-Nya, Ya Allah aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan kebesaran untuk-Mu semata-mata. Segenap kerajaan untuk-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu."
(sst/fay)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Daftar Negara Teraman Andai Terjadi Perang Dunia III, Ada Indonesia?
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam