Belum Punya Tiket Mudik, Harus Bagaimana?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight

Belum Punya Tiket Mudik, Harus Bagaimana?

Fitraya Ramadhanny - detikTravel
Kamis, 02 Agu 2012 12:35 WIB
Belum Punya Tiket Mudik, Harus Bagaimana?
(Afif/ detikTravel)
Jakarta -

Lebaran tinggal 2 minggu lagi, namun tiket mudik belum dibeli. Jangan putus asa, masih ada beberapa cara lain untuk pulang ke kampung halaman.

Saat mudik tahunan tiba menjelang Lebaran, semua orang berebut untuk pulang ke kampung halaman. Tiket kereta sudah habis sejak jauh-jauh hari, dan Anda tidak sempat membeli. Namun, jangan patah harapan.

detikTravel, Kamis (30/7/2012) menyusun sejumlah hal yang bisa Anda lakukan jika Anda belum punya tiket mudik:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Pesawat

Tiket pesawat sebenarnya masih relatif tersedia. Namun masalahnya adalah harga. Tiket-tiket pesawat dengan harga murah meriah ke berbagai kota tujuan di Indonesia dan negara tetangga, sudah habis sejak berbulan-bulan lalu.

Yang tersisa sekarang adalah tiket dengan tingkat harga yang lebih mahal. Anda mungkin masih bisa membeli tiket untuk pulang ke kampung halaman, namun siap-siap merogoh kocek jauh lebih dalam. Ingat-ingat, harga tiket maskapai budget tetap lebih murah dari yang full service meskipun Anda sudah tidak kebagian tiket promo.

2. Kereta

Karena tiket kereta sudah dijual sejak H-90, tiket kereta mudik dan bahkan arus balik sudah ludes terjual. Sejumlah aneka kereta tambahan mudik pun sudah dikeluarkan dan tiketnya sudah terbeli.

Cara yang tersisa untuk pulang dengan kereta adalah dengan pembelian langsung di loket stasiun, beberapa jam sebelum keberangkatan. Namun, Anda harus siap dengan antrean super panjang.

Tapi ada kiatnya kok. Datanglah ke stasiun keberangkatan Gambir atau Senen misalnya, pada saat sahur. Anda akan berjumpa dengan orang-orang yang sengaja menginap di depan loket, sehingga antrean masih manusiawi.

1 Orang bisa mengantre untuk 2 tiket, jadi jika Anda pulang sekeluarga atur-atur saja, berapa orang yang ikut dalam antrean. Jika Anda tidak kebagian kereta pertama, antrean biasanya sudah langsung dilanjutkan untuk kereta jam berikutnya.

Tips penting, jangan datang setelah subuh, antrean pasti sudah mengular panjang. Jangan beli dari calo juga ya. Hari begini masih pakai calo?

3. Menumpang atau merental mobil

Bagaimana kalau tiket mudik gagal didapat, tapi Anda tidak punya kendaraan pribadi untuk mudik. Saatnya memanfaatkan sumber lain. Menyewa mobil rental, atau menumpang mobil teman atau kerabat bisa jadi pilihan.

Siapa tahu ada teman satu kampung halaman yang mobilnya masih punya tempat kosong. Atau, ada sanak famili yang mudik ke destinasi yang sama. Kalau begini, Anda bisa mudik sekalian silaturahmi sepanjang jalan.

Pilihan lainnya adalah merental mobil. Ada ratusan usaha rental mobil, apalagi di Jakarta. Hubungi rental yang Anda percayai atau direkomendasikan kolega. Carilah informasi sebaik-baiknya mengenai harga sewa mobil, persyaratan, dan yang paling penting kondisi mobil. Bandingkan pula harga sewa satu rental dengan rental lainnya. Anda tentu tidak mau ada masalah di tengah jalan.

4. Ikut bus rombongan mudik

Perusahaan makanan dan minuman, provider selular dan sejumlah perusahaan lain kerap mengadakan mudik bersama. Cari tahu informasinya, siapa tahu Anda bisa ikut menumpang mudik di situ. Kalau Anda punya kolega yang berkecimpung di bidang itu, mungkin dia memiliki jatah tiket mudik bareng yang tidak dia pakai.

Jangan salah lho, ikut bus rombongan mudik ini jangan dianggap norak dan kampungan. Beberapa perusahaan memberikan fasilitas yang cukup baik kepada para pesertanya.

5. Mudik setelah Lebaran

Ini pilihan terakhir jika Anda gagal mendapatkan tiket mudik dan juga gagal mendapatkan alternatif moda transportasi untuk mudik lainnya. Mudiklah ke kampung halaman setelah Lebaran.

Jangan salah, banyak juga pemudik yang melakukan hal ini. Mereka memilih untuk berlebaran di kota domisili mereka. Setelah Salat Id, atau sehari setelahnya, barulah mereka pulang ke kampung halaman. Kereta, bus dan pesawat agak lowong di hari Lebaran dan Lebaran hari kedua, jalan raya pun sudah lebih lengang. Agak terlambat memang untuk pulang kampung, namun rindu terhadap kampung halaman memang patut diperjuangkan.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads