Destinasi wisata, terutama yang bersifat sejarah, memiliki kisah yang tidak selalu indah. Terkadang, tragedi, kisah sedih, bahkan horor, melekat dengan sebuah tempat. Kisah ini menjadi bumbu penyedap yang traveler bisa dengar saat berlibur ke sana.
Saat pergi ke Lawang Sewu atau Museum Fatahillah, ada kisah seram yang pasti disimak wisatawan. Bahkan di York, Inggris atau di Amityville House, AS, para wisatawan berdatangan karena ingin melihat langsung lokasi, setelah kenyang menyimak kisah seramnya selama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itulah yang membuat wisata horor menjadi unik dari sudut pandang budaya. Seram untuk suatu masyarakat, belum tentu seram untuk masyarakat lain. Kuburan Toraja atau Trunyan di Bali, memiliki aspek budaya dan nilai luhur, tapi akan menjadi sangat menyeramkan untuk orang lain.
Sementara para akademisi dan sejarawan melihat peti mumi dan aneka artefak di museum, murni dari kacamata ilmu pengetahuan. Sedangkan orang awam sudah bergidik seram.
Wisata horor pun tampil dalam wajah kontemporer melalui wahana seru yang menegangkan sekaligus modern. Simaklah bagaimana pengunjung antre menikmati Dunia Lain di Trans Studio Bandung. Sedangkan, Bangkok di Thailand mengembangkan mal bertema horor bernama Mansion 7.
Hal itu menjadi bukti, kalau wisata horor adalah sebuah pilihan yang pasti dalam liburan Anda. Pilihlah mana yang menarik selera Anda, di dalam atau di luar negeri. Setelah itu, siap-siaplah bergidik ngeri.
(ptr/shf)












































Komentar Terbanyak
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas
Warga 62 Bisa Bebas Visa ke Korea Selatan, Minimal 3 Orang
Menhub Usulkan Masjid di Jalur Arus Lebaran Jadi Rest Area Pemudik