Wisata Lava Merapi, Cara Asyik Mengisi Liburan di Yogya
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wisata Lava Merapi, Cara Asyik Mengisi Liburan di Yogya

- detikTravel
Kamis, 23 Agu 2012 11:14 WIB
Wisata Lava Merapi, Cara Asyik Mengisi Liburan di Yogya
Desa Kinahrejo yang yang dahulu tenang dan tentram kini luluh lantah karena diterjang awan panas dan lahar (Desi/detikTravel)
Yogyakarta - Bagi Anda yang menyambangi Yogyakarta dalam rangka mudik atau sekadar singgah, ada aktivitas yang cocok untuk menghabiskan liburan. Lava Tour di Gunung Merapi akan memberikan pengalaman seru yang tak terlupakan!

Erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta 2 tahun silam ternyata memberikan pesona baru bagi Yogyakarta. Provinsi yang dikepalai Sultan ini memiliki satu wisata baru yang bisa dibilang lain dari yang lain. Wisata itu bertajuk "Lava Tour".

Dalam tour ini turis di ajak berkunjung ke Dusun Kinahrejo, Kabupaten Sleman. Kinahrejo adalah salah satu dusun yang paling parah mengalami kerusakan, karena lokasinya yang paling dekat dengan kaki Gunung Merapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menikmati wisata ini, turis tidak dipungut biaya masuk, hanya kendaraannya saja yang bayar. Untuk motor dikenakan biaya Rp 7.000, mobil Rp 15.000. Namun, untuk biaya parkir wisatawan harus kembali mengeluarkan uang, Rp 2.000 per motor dan Rp 5.000-Rp 10.000 untuk mobil. Murah kan?

Saat berkeliling, turis bisa melihat seluruh bekas amukan sang Merapi. Mulai dari rumah hingga kendaraan yang rusak akibat keganasan lahar panas Merapi ada di sini.

Di perjalanan pertama, pelancong diajak menyusuri Kali Gendol yang menjadi jalur lahar panas Merapi. Anda bisa melihat kali ini telah berubah menjadi tebing dan jurang yang sangat curam. Keluarkan kamera dan jepret Kali Gendol sebagai kenang-kenangan.

Dari Kali Gendol, perjalanan dilanjutkan ke Dusun Kinahrejo. Inilah lokasi favorit para pelancong. Di dusun inilah tempat tinggal Mbah Maridjan, sang juru kunci Gunung Merapi. Ia pun menjadi salah satu korban keganasan Merapi.

Di pintu masuk dusun ini kita bisa melihat foto-foto saat terjadinya erupsi hingga pasca erupsi. Kemudian, sedikit berjalan ke atas maka kita bisa melihat lokasi bekas rumah Mbah Maridjan, yang kini telah rata dengan pasir.

Selain bekas rumah Mbah Maridjan yang sudah rata dengan pasir, di dekatnya juga terdapat Masjid Al-Amin yang selamat dari terjangan awan panas. Tepat di depan bekas rumah Mbah Maridjan, terdapat warung yang menjual kaos, CD yang menceritakan letusan Merapi, dan suvenir lainnya. Ternyata yang berjualan di sini adalah keluarga Mbah Maridjan. Harganya pun beragam mulai dari Rp 15.000-Rp 100.000 tergantung bagaimana Anda menawarnya.

Waktu terbaik untuk mengikuti Lava Tour adalah pagi hari sebelum pukul 07.00 WIB. Lewat dari jam itu, jangan harap bisa melihat kegagahan Merapi karena telah diselimuti kabut.

(ptr/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads