Ini adalah kali ketiga saya menapaki kaki di Kalimantan Selatan. Jika sebelumnya perjalanan menuju provinsi ini dilakukan hanya berenam, kali ini Kalsel akan saya kunjungi bersama 15 orang anggota keluarga besar. Ramai!
Hari Senin, 20 Agustus 2012 dipilih sebagai hari keberangkatan menuju Kalsel. Pagi hari pukul 08.00 WIB seluruh keluarga sudah berkumpul di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta. Rasa antusias dan semangat berkumpul jadi satu di seluruh hati anggota rombongan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah 1,5 jam mengudara, tibalah kami di Bandar Udara Syamsudin Noor di Banjarbaru. Dari ketinggian, tampak begitu banyak sungai yang mengalir di dataran Kalimantan Selatan. Inilah denyut nadi kehidupan penduduk Kalsel.
Dari atas pesawat yang perlahan mendekati daratan, tampak perahu yang berjejer rapi di pinggiran sungai. Sesekali juga tampak perahu kecil yang berlayar di tengah tenangnya arus sungai.
Rasa ingin tahu kehidupan penduduk Kalsel yang tak bisa lepas dari sungai pun perlahan menelusup di hati. Dalam khayal ini terbayangkan bagaimana asyiknya menikmati pagi di rumah panggung milik warga, yang berdiri tegak di tepian sungai.
Belum lagi bayangan serunya menjelajah pasar terapung khas Kalimantan Selatan yang terkenal. Melihat aktivitas jual beli di atas perahu, tak ketinggalan mencicipi soto banjar yang juga di atas perahu. Mengarungi Sungai Barito, Martapura, Kuin, hingga Sungai Pelambuan dan Alalak. Waah, pasti seru!
Banjarmasin yang terkenal sebagai Kota Seribu Sungai ternyata ditumbuhi banyak pepohonan hijau. Hamparan pohon hijau yang rimbun mendominasi pemandangan yang saya intip dari balik jendela pesawat.
Ya, selain aliran sungai yang banyak, Kalimantan Selatan memang memiliki hutan tropis yang rimbun. Di dalamnya terdapat beberapa spesies khas Kalimantan, salah satunya adalah Bekantan (Nasalis larvatus).
Dua jam sudah saya berada di dalam pesawat, dan akhirnya tibalah waktunya mendarat. Dari luar pesawat tampak papan besar bertuliskan Bandar Udara Syamsudin Noor. Di sinilah perjalanan saya dimulai.
(ptr/sst)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong