Tak seseram namanya, Ghost Street sama sekali jauh dari kesan sepi dan angker. Ghost Street di Beijing ini malah ramai dikunjungi warga dan turis yang ingin berburu wisata kuliner khas China, seperti bebek peking.
Penasaran dengan penamaan Ghost Street? Ternyata nama ini diambil pada zaman Dinasti Qing (1644-1911). Dulunya tempat ini dijadikan orang sebagai lokasi berjualan peti mati. Banyak orang Beijing pada zaman itu percaya kalau roh-roh penasaran bersemayam di tempat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dihitung, ada sekitar 150 toko mengisi Ghost Street, dan 90 persen di antaranya adalah restoran. Aneka kuliner lezat seperti lobster dan bebek peking panggang menjadi menu wajib di hampir setiap restoran.
Di sini, Anda bisa melihat banyak penduduk lokal yang duduk santai di depan restoran, sambil sibuk menikmati sup lobster dan bebek peking panggang. Yummy!
Tak mau kalah dengan penduduk lokal, Ghost Street juga dipenuhi banyak turis asing. Menurut Manager Restoran Hua, salah satu restoran tertua di Ghost Street, Xiang Kui, dari 1.000 pengunjung yang datang setiap malam, 40 persennya adalah turis asing.
Ya, Ghost Street telah menjadi salah satu destinasi wajib turis saat berkunjung ke Beijing. Bahkan, salah satu pemandu wisata pernah berkata, "Ini adalah tempat yang tepat untuk mendapatkan aneka makanan lezat khas China dengan harga yang pantas."
Biasanya, Ghost Street paling ramai dikunjungi saat malam hari. Anda bisa melihat pedagang kaki lima yang ikut meramaikan jalan. Biasanya mereka datang pada malam hari dan kembali ketika fajar menyingsing.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka