Ini adalah kisah perjalanan saya saat berkunjung ke Banjarmasin beberapa waktu lalu. Pasar Terapung pun menjadi objek wisata yang masuk dalam daftar tempat wajib saya kunjungi.
Pagi itu hari Selasa (21/8/2012) sekitar pukul 03.30 Wita, saya bersama keluarga sudah berangkat menuju Banjarmasin Utara. Satu tujuan kami adalah menyambangi Pasar Terapung, ikon Kota Banjarmasin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah setengah jam perjalanan, tak terasa kami pun tiba di Kuin Utara, titik awal menuju Pasar Terapung. Sensasi belanja yang unik ini ternyata diminati banyak orang, terlihat dari banyaknya orang yang datang ke Kuin Utara.
Setelah salat subuh, kami perlahan menuju dermaga kapal. Di sana tampak banyak perahu kayu yang siap disewa wisatawan yang ingin menikmati pasar terapung.
Tawar menawar perahu pun terjadi antara pelancong dan pemilik perahu. Akhirnya satu perahu kayu berukuran sedang berhasil kami sewa dengan harga Rp 175.000. Dengan mengambil posisi duduk di ujung kapal, saya memulai perjalanan pagi menuju Pasar Terapung.
Rumah-rumah yang berdiri tegak di pinggiran sungai menjadi pengiring perjalanan menuju lokasi pasar. Cahaya matahari yang belum tampak membuat pandangan mata sedikit sulit. Eits, tapi tiba-tiba mata saya tertegun dengan pemandangan yang ada di depan.
Di tengah gelapnya hari, dinginnya angin dan lajunya perahu, tampak satu perahu besar membalap kapal kayu kami. Yang membuat unik adalah papan di atasnya, tampak tulisan 'Soto Banjar'. Ah rupanya itu restoran perahu yang ada di Pasar Terapung. Unik! Mungkin sulit ditemukan di tempat lain.
Sambil terus memandang ke depan, perlahan aliran sungai melebar. Sesekali terasa ombak kecil menghantam perahu kami. Goyangan yang cukup besar tak terhindarkan. Beberapa saat kemudian perahu kembali tenang, kini di hadapan saya tampak sebuah sungai besar yang dipenuhi aneka kapal. Ada yang membawa penumpang, ada pula yang membawa barang dagangan.
"Ini pisang dua sisir Rp 15.000, ini jeruknya juga manis, satu keranjang Rp 35.000," ucap salah satu pedagang sambil mendekatkan perahunya ke kapal kayu kami.
Ternyata beginilah cara belanja di pasar terapung, perahu pedagang mendekati kapal pembeli dan menawarkan barang. Begitu harganya cocok, barang pun bisa Anda ambil.
Tak terasa mentari pagi muncul perlahan. Puas berbelanja, perahu kayu bertulisan 'Soto Banjar' menjadi tujuan kami. Di sinilah tempat sarapan paling unik yang pernah saya rasakan. Menikmati soto di atas perahu yang berlayar di aliran sungai. Nikmat!
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar