Busyet! Saling Lempar Batu Jadi Festival Tahunan di India

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Busyet! Saling Lempar Batu Jadi Festival Tahunan di India

Dicky Ardian - detikTravel
Selasa, 28 Agu 2012 19:25 WIB
Busyet! Saling Lempar Batu Jadi Festival Tahunan di India
Festival Gotmar Mela (Sarangtopare/Oddity Central)
Maharashtra - Pertikaian antar kelompok pasti selalu dihindari setiap orang, apa lagi hingga saling lempar batu. Namun di India, hal tersebut malah menjadi sebuah festival tahunan.

Sejak 300 tahun lalu, dua desa Distrik Ahmednagar, Maharashtra, India, yaitu Pandhurna dan Sawargaon memang selalu bertikai. Keduanya berada di tepi Sungai Jaam. Entah apa awal mulanya, desa tersebut seakan tidak pernah rukun. Oleh karena bentrok antar keduanya, sudah ratusan orang luka-luka dan bahkan ada juga yang meninggal dunia.

Akan tetapi, perang itu saat ini sudah tidak ada. Kedua desa telah bersepakat untuk damai. Suasana mencekam telah berganti menjadi sebuah festival untuk mengenang tragedi berdarah tersebut, namanya Gotmar Mela, seperti yang dikutip detikTravel dari Oddity Central, Selasa (28/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Festival ini berlangsung di hari kedua Bhadrapad, bulan baru di penanggalan Hindu yang biasanya jatuh pada tanggal 23 Agustus hingga 22 September. Saat inilah masyarakat Pandhurna dan Sawargaon berkumpul di tepi sungai dan mempersenjatai diri mereka dengan batu.

Terdengar agak seram memang, sebuah festival yang diikuti semua kalangan ini adalah kegiatan saling lempar batu. Masing-masing desa menjadi satu kelompok. Keduanya memperebutkan bendera yang sebelumnya diikatkan di atas pohon. Masing-masing kelompok harus mengatur strategi agar bisa mendapatkan bendera tersebut.

Ini memang tidak mudah, selain letak bendera yang ada di atas pohon, setiap orang yang akan naik akan selalu diganggu oleh anggota kelompok lain. Tentu saja, melempar batu adalah satu-satunya cara agar lawan tidak bisa mengambil bendera.

Bisa dikatakan bahwa ini adalah festival paling berdarah di dunia. Pemerintah setempat juga telah melarang kegiatan ini berlangsung, tapi masyarakat Pandhurna dan Sawargao tetap saja melanjutkan tradisi mereka. Pada tahun 2001, pernah juga diusulkan senjata akan diganti menjadi bola karet, tapi hal tersebut tidak didengarkan oleh kedua desa ini.

Pada tanggal 24 Agustus lalu, Festival Gormar Mela telah berlangsung. Setidaknya ada 329 orang yang terluka selama perang batu tersebut, 7 di antaranya masih dalam kondisi kritis. Akan tetapi, ini termasuk tahun yang baik, karena pada tahun 2008 lalu tercatat 800 orang luka dan satu tewas.

Silakan traveling ke Ahmednagar untuk menonton festival unik ini. Namun, tonton saja dari jauh, ya agar tidak terkena lemparan batu.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads