Bayangkan Anda berada di sebuah kota yang penuh dengan lukisan di setiap sudutnya. Seperti halnya di Sheffield, Tasmania, Australia. Di sini, semua tembok tak luput dari karya seni mural.
Bagi penggemar seni, nama mural pasti sudah tidak asing lagi. Berbeda dengan graffiti yang biasanya hanya berupa tulisan, mural adalah karya seni lukis bergambar tokoh, arsitektur, dan lainnya. Media yang digunakan biasanya adalah tembok.
Saat ini, sudah banyak pembuat mural yang telah mengaplikasikan kebolehannya di tembok-tembok di pinggir jalan. Biasanya gambar yang dibuat memiliki pesan sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berada di kaki Gunung Roland, Sheffield termasuk daerah yang tertinggal. Dari Oddity Central saat dikunjungi detikTravel, Rabu (29/8/2012), kota ini baru dialiri listrik sekitar 30 tahun lalu. Kemudian, semenjak tahun 1980, masyarakatnya mulai sadar untuk mengubah kota menjadi lebih cantik agar banyak orang yang datang ke kota mereka.
Setelah itu, mural dipilih sebagai media yang tepat untuk bisa menarik banyak wisatawan. Selama bertahun-tahun, masyarakat Sheffield bahu membahu membuat seni mural di setiap sudut kota. Ternyata hal tersebut berhasil, Sheffield saat ini seakan museum mural outdoor.
Lukisan yang ditorehkan di tiap temboknya juga bukan tanpa pesan. Masyarakat Sheffield memberrikan sedikit sejarah di setiap karya seni mural. Gambar-gambar keren di semua sudut kota itu mengartikan sejarah berekembangnya Kota Sheffield. Adalah John Landis, seorang seniman mural yang pertama kali membuat lukisan di Sheffield pada tahun 1986.
Selain memperindah tata ruang kota dan menarik wisatawan, mural-mural tersebut adalah cara jitu untuk terus mengingat sejarah. Mungkinkah ada kota di Indonesia yang menyusul ide kreatif Sheffield?
(/)












































Komentar Terbanyak
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
4 Negara ASEAN Bersatu Bangun Rute Kereta Cepat, Tanpa RI
Pesawat Garuda Berputar-putar 4,5 Jam di Langit India, Terhalang Uji Coba Rudal