Apa jadinya jika jauh-jauh traveling ke Berlin, tapi Anda malah disuguhkan kamar di lubang galian tambang. Dengan harga yang cukup mahal, sepertinya hal tersebut tidak Anda dapatkan.
Ets, tapi jangan dulu membayangkan suasana kumuh dan pengap. Menginap di lubang galian tambang ternyata tidak seburuk yang Anda pikirkan. Tidak percaya? Coba saja datang ke Propeller Island City Lodge di Berlin, Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum masuk ke dalam kamar, coba bayangkan dulu lubang masuk menuju lokasi penambangan di dalam perut bumi. Dinding batu alami dan anak tangga. Ada juga tali berwarna kuning dan hitam yang berfungsi sebagai pembatas di kanan dan kirinya. Ya, kamar di Propeller Island City Lodge memang seperti itu.
Hal yang membedakan kamar ini dengan lubang galian tambang yang asli hanya pada ranjang dan lampu penerangan saja. Di dalam kamar unik ini terdapat 3 buah ranjang berukuran masing-masing 2x1 meter. Uniknya, ranjang tersebut tidak berjejer ke samping.
Oleh karena ingin menampilkan suasana lubang galian yang sangat mirip, kamar ini juga dibuat tidak terlalu besar. Bentuknya memanjang. Hanya ada jarak sekitar satu meter di kanan dan di kiri ranjang untuk ruang kosong. Ketiga ranjang tersebut disusun layaknya berada di anak tangga. Ranjang pertama ada di tingkat paling tinggi dan ranjang ketiga di tingkat paling rendah.
Tidak ada ruang lain selain kamar tidur dan kamar mandi. Bahkan, pintu kamar mandinya saja 'ngumpet' di dinding kamar menggunakan warna yang senada, yaitu corak batu alam. Fasilitas lainnya adalah televisi yang diletakkan di langit-langit kamar lengkap dengan pengeras suara di kanan-kirinya. Permalamnya, kamar ini dibanderol dengan harga 85 Euro atau sekitar Rp 1.000.000.
Sudah terbayang serunya menginap di dalam lubang galian tambang? Kalau traveling ke Berlin, jangan lupa mampir ke Propeller Island City Lodge.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
11 Bandara Papua Ditutup
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi