Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 06 Sep 2012 10:30 WIB

DESTINATIONS

Toko Merah, Tempat Wisata Sejarah Lintas Zaman

Bagian luar Toko Merah di kawasan Kota Tua Jakarta (indonesia.travel)
Bagian luar Toko Merah di kawasan Kota Tua Jakarta (indonesia.travel)
Jakarta - Saat traveling ke kawasan Kota Tua Jakarta, Toko Merah adalah bangunan yang tak boleh terlewat. Bangunan ini sudah ada sejak ratusan tahun silam, melintasi zaman kolonial dan sempat jadi toko milik pedagang China.

Dari kejauhan, toko ini sudah tampak mencolok. Warna merahnya langsung menyergap sudut mata. Arsitektur ala zaman kolonial juga terlihat jelas lewat jendela-jendela yang tinggi. Toko Merah, begitu banyak orang menyebutnya, terletak di jalan persis di samping Sungai Ciliwung. Walaupun mencolok, Toko Merah tampak serasi dengan deretan gedung era kolonial di samping kiri dan kanannya.

Toko Merah adalah salah satu bangunan tertua di Kota Tua Jakarta, dibangun pada 1730. Gedung yang berlokasi di Jalan Kali Besar Barat No 107 ini dulunya adalah rumah seorang Gubernur Jenderal VOC, Willem Baron van Imhoff.

Dari situs resmi pariwisata Indonesia yang dikutip detikTravel, Kamis (6/9/2012), sang Gubernur Jenderal tinggal di rumah ini dari tahun 1743-1750. Setelah itu, bangunan ini sempat dijadikan sekolah akademi maritim hingga tahun 1755.

Dari luarnya saja, nuansa China sangat terlihat lewat dominasi warna merah. Hal itu karena bangunan ini sempat dibeli oleh seorang pedagang China, tepatnya pada 1851. Sang pedagang China lalu mengecat eksterior dan interior bangunan itu dengan warna merah. Semenjak itu, bangunan tersebut disebut Toko Merah.

Membayangkan aktivitas saat masa perdagangan itu terasa bagai magis. Saya membayangkan kapal-kapal kecil melaju di atas Sungai Ciliwung, melipir persis di depan Toko Merah. Para pekerja lalu mengeluarkan aneka dagangan, mengangkutnya ke atas gerobak yang ditarik sepasang kuda. Saat itu Toko Merah punya 6 kapal, 8 gerobak, dan 8 pasang kuda untuk mengangkut barang dagangan ke belakang tokonya.

Seiring berjalannya waktu, toko Merah sempat terbengkalai. Kedua pintu masuk di bagian depan bangunan ditutup dan digembok. Wisatawan yang datang hanya bisa mengagumi kecantikan Toko Merah dari luarnya saja. Berfoto ria di depan bangunan, tanpa tahu sejarah yang tergores di tembok batanya.

Untunglah sekarang Toko Merah kembali dipugar. Interiornya diperbaiki, dijadikan tempat konferensi dan pameran. Di lantai 2, terdapat sebuah ruangan luas yang cocok untuk konferensi dan pertunjukan. Turis yang ingin wisata sejarah di Toko Merah bisa datang saat ada pameran atau acara yang digelar di sana.



(shf/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA