Di antara gersangnya padang pasir di Gurun Namib, sebelah selatan Namibia, ada kota hantu yang menarik perhatian wisatawan penyuka destinasi horor. Namanya Kolmanskop, kota horor ini berada tidak jauh dari Pelabuhan Luderitz.
Kolmanskop dulunya adalah sebuah kota kecil yang sangat damai tanpa teknologi sedikit pun. Lokasi ini hanyalah tempat singgah sementara bagi para supir pengirim barang. Pada tahun 1908, seorang buruh pembuat rel kereta api, Zacharias Lewala menemukan berlian di antara pasir. Ia kemudian melaporkan kepada atasannya, Isnpektur August Stauch. Tak seberapa lama, berita tersebut menyebar ke seluruh penjuru dunia dengan cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah-rumah dengan arsitektur Jerman mulai meramaikan kota. Berbagai fasilitas seperti rumah sakit, pembangkit listrik, sekolah, bioskop, gedung olahraga, hingga pusat judi ada di sini. Bahkan, Kolmonskop adalah kota pertama di dunia yang menerapkan pemeriksaan tas di stasiun menggunakan sinar X. Bayangkan betapa majunya kota tersebut. Perkembangan tersebut mencapai puncaknya pada tahun 1920 dengan hampir 1.200 orang yang mendiami kota ini, seperti yang dikutip detikTravel dari Amusing Planet, Selasa (11/9/2012).
Sayangnya, setelah Perang Dunia I, berlian perlahan mulai habis. Warga Kolmonskop kebingungan untuk mencari mata pencaharian. Mereka akhirnya begerak agak ke selatan, di mana tempat penambangan berlian yang baru telah ditemukan. Saat itu, berkali-kali badai pasir menghantam kota. Beruntung sebagian warganya sudah pergi meninggalkan Kolmonskop. Namun, apa yang dialami oleh warga yang masih berada di dalamnya?
Ya, mereka tewas bersama rumah-rumah dan fasilitas kota yang hancur berantakan. Pasir menyapu kota hingga hampir bersih. Jenazah penduduk terkubur bersama puing-puing bangunan saking tingginya pasir yang menerpa. Bahkan, banyak rumah penduduk yang hanya terlihat atapnya saja.
Jangankan kilauan berlian, kehidupan pun tidak ada di sini. Sampai pada tahun 1980, perusahaan tambang, De Beers kembali datang ke kota ini. Mereka mendirikan sejumlah bangunan dan museum yang mampu menarik wisatawan untuk datang. Namun tidak semua sudut kota dibenahi, agar sebutan kota horor tidak hilang.
Saat ini, Kolmonskop adalah destinasi menarik bagi fotografer. Ribuan spot cantik tersaji bagi pecinta seni foto di seluruh dunia. Bahkan, saking uniknya pemandangan di sini, beberapa film dunia menjadikan kota ini sebagai setting-nya, seperti film 'Dust Devil' di tahun 1993, film 'The King Is Alive' di tahun 2000, dan yang paling baru adalah film 'Life After People: The Series' di tahun 2010.
Tidak ketinggalan juga salah satu episode 'Wonders of the Universe' dari BBC mengambil tema di lokasi ini. Sejarah, wisata mistis, dan pemandangan indah dimiliki oleh Kota Kolmonskop sehingga menarik banyak wisatawan dunia. Lalu, apakah Anda tertarik?
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Daftar Negara Teraman Andai Terjadi Perang Dunia III, Ada Indonesia?
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam