Wajib Beli Kain Tenun Ini Saat ke Sulawesi Tengah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wajib Beli Kain Tenun Ini Saat ke Sulawesi Tengah

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Jumat, 14 Sep 2012 18:16 WIB
Wajib Beli Kain Tenun Ini Saat ke Sulawesi Tengah
Para wanita Donggala menenun Buya Sabe (Radinka Rianda Qiera/ dTraveler)
Donggala - Provinsi Sulawesi Tengah punya kain tradisional yang khas, namanya Tenun Donggala atau Buya Sabe. Tenun ini berbeda dari daerah lain di Indonesia, karena berbahan kain sutera!

Tiap Jumat, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Donggala mengenakan kain mirip batik. Inilah Tenun Donggala, atau yang biasa disebut Buya Sabe. Tenun ini merupakan salah satu bagian tradisi masyarakat Sulawesi Tengah. Cara pembuatan, corak dan warnanya tak ada yang melenceng dari kebiasaan lama.

Hal yang paling mencolok dari Buya Sabe adalah bahannya. Tak seperti kain lainnya, Buya Sabe menggunakan kain sutera! Sutera punya kelas yang lebih eksklusif dari jenis kain lainnya. Biasanya, sutera hanya dipakai oleh para aristokrat atau bangsawan. Tapi Anda tidak akan menemukan kesenjangan sosial seperti itu di Kabupaten Donggala.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tempat pembuatan Buya Sabe adalah Desa Towale di Kecamatan Banawa, 34 kilometer dari Kota Palu. Setiap hari, dari pagi sampai sore, para wanita duduk seharian di depan alat renun tradisional. Pintalan sutera sudah terpasang di tempat seharusnya. Ada warna oranye, kuning, hitam, dan ungu yang menjadi ciri khas Buya Sabe.

Di sini, rutinitas adalah harga mati. Begitu pintalan pertama berhasil teranyam, para wanita Donggala harus melanjutkan pekerjaan menenun selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Mereka meneruskan tradisi yang telah ada sejak 200 tahun silam.

Dari situs Teluk Palu yang dikunjungi detikTravel, Jumat (14/9/2012), dulu kain ini hanya boleh digunakan dalam upacara tertentu. Misalnya perkawinan, sunatan, dan beberapa upacara adat yang disakralkan masyarakat setempat. Kain ini juga digunakan saat menyambut tamu atau melayat kerabat yang meninggal dunia.

Sekarang, para PNS di Kabupaten Donggala senantiasa mengenakan Buya Sabe tiap hari Jumat. Motif kain ini mayoritas bunga seperti anyelir, mawar, dan kamboja. Orang tua cenderung mengenakan Buya Sabe berwarna tua, begitu pun sebaliknya.

Di Desa Towale, wisatawan bisa melihat proses pembuatan Buya Sabe serta langsung membelinya. Satu buah kain Buya Sabe dihargai sekitar Rp 600.000, panjangnya 4 meter. Untuk kain sutra yang merupakan ciri khas Donggala, tentunya harga ini sepadan!

(sst/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads