Solo City Walk adalah kawasan pedestrian di sepanjang Jl Slamet Riyadi, Solo, yang membentang 7 km. Kawasan yang dibangun sejak 5 tahun silam ini kini menjadi favorit warga Solo dan juga para traveler untuk berjalan-jalan menikmati suasana kota.
Bagaimana tidak? Pepohonan rindang dan jalur pejalan kaki yang lebar barulah awal dari segalanya. Turis akan dimanjakan dengan aneka destinasi wisata yang tersebar di kanan dan kiri jalan. Misalnya ada Kampung Batik Kauman, Ngarsopuran Mangkunegaran, Museum Batik Kuno Nasional Danar Hadi, Museum Radya Pustaka, dan Taman Sriwedari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Solo City Walk juga menarik untuk mereka yang suka berbelanja. Terdapat beberapa toko suvenir, toko batik, warung makan, dan juga Solo Grand Mall. Jadi selagi berjalan-jalan, Anda bisa berbelanja oleh-oleh untuk keluarga di rumah.
Yang tidak boleh Anda lewatkan dari Solo City Walk adalah berjumpa dengan anak muda atau komunitas-komunitas di Solo, terutama pada sore hari. Cobalah berinteraksi langsung dengan orang Solo langsung dan mempelajari budaya mereka.
Solo City Walk telah menjadi kawasan rekreasi yang murah dan meriah. Tempatnya yang rindang dan nyaman akan mengantar Anda untuk mejelajahi Kota Solo dari dekat. Slogan Solo yaitu 'Spirit of Java' menemui maknanya di Solo City Walk.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung
Di Lampung, Jokowi Jalani Tradisi Injak Kepala Kerbau