Pemandangan itu saya saksikan Kamis (27/9/2012) siang waktu setempat. Meski matahari masih bersinar terang, deretan klub di sepanjang 12 blok jalan Bourbon sudah beroperasi. Ternyata, nyaris semua klub buka 24 jam dalam sehari.
Apa yang ditawarkan para perempuan berbaju sensual di depan pintu tadi? Ada yang merayu para pejalan kaki untuk membeli minuman. Ada juga yang mengajak nonton film bersama di dalam klub. Ada juga yang menjanjikan pertunjukan kabaret. Tarian sensual dengan baju yang sangat minimalis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga yang harus dibayar beragam. Bisa US$ 5 (Rp 47.000) untuk minuman. Bisa juga US$ 50 (Rp 470.000) untuk pertunjukan kabaret.
Matahari mulai beranjak pergi. Palang penutup jalan dipasang. Mulai pukul 16.00 waktu setempat, 7 dari 12 blok Bourbon Street tertutup untuk kendaraan bermotor.
"Supaya semua orang bisa berpesta. Menikmati musik dan menari di tengah jalan," jelas salah seorang penjual souvenir.
Hari kian gelap, suara musik kian kencang, baju para perempuan di depan pintu tadi semakin terbuka. Bahkan ada yang berani tampil topless. Bagi sebagian pria, mungkin Bourbon Street adalah spot wisata impiannya. Tapi mungkin ada juga yang tidak suka. Tergantung preferensi masing-masing.
Tapi yang saya tahu pasti, banyak juga perempuan yang suka menikmati suasana Bourbon Street. Menikmati bangunan bertingkat dengan balkon cantik perpaduan arsitektur Prancis dan Spanyol. Mereka datang bersama teman, kerabat, atau bahkan menggandeng kekasih tersayang.
Hampir semua orang yang datang ke Bourbon Street menikmati musik. Pop, jazz, blues, dance. Mereka berdansa ria di tengah jalan. Berbincang dan tertawa. Suasanya sangat menyenangkan. Pria. Wanita. Tua. Muda. Semua berbaur dalam kemeriahan jalan yang menjadi lokasi rutin Mardi Gras di New Orleans setiap tahunnya. Mardi Gras menjadi pesta karnaval jelang hari Paskah yang dirayakan umat Kristiani di banyak belahan dunia.
Selain klub, banyak juga restoran, cafe, bar, dan galeri seni. Toko suvenir juga mudah ditemukan. Perlengkapan khas karnaval yang banyak dijual seperti topeng, selendang bulu, juga manik-manik warna-warni tak gagal memikat mata para wanita. Yang juga banyak menarik kaum hawa adalah kios-kios peramal nasib.
Ribuan orang datang ke Bourbon Street tiap harinya. Malam semakin larut, suasana semakin meriah. Tak jarang kemeriahaan dibarengi insiden akibat terlalu banyak minuman alkohol. Tapi tak perlu terlalu khawatir. Polisi kerap terlihat berdiri, berjalan, bahkan mengendarai kuda, di sepanjang jalan Bourbon. Mereka memastikan suasana aman terkendali.
Bourbon Street berada di kawasan French Quarter, 30 menit dari Louis Armstrong International Airport, New Orleans. Di kawasan tersebut Anda dapat dengan mudah menemukan pusat perbelanjaan, kasino, juga hotel berbintang seperti Hilton, Ritz Carlton dan Holiday Inn. Namun banyak juga penginapan yang terjangkau untuk para backpacker.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung