Taman Nasional Komodo adalah rumah dari hewan yang berjuluk naga purba, Komodo (Varanus komodoensis). Taman nasional ini bahkan masuk ke dam New7Wonders of Nature atau 7 Keajaiban Alam Dunia yang baru.
Tidak hanya Pulau Komodo yang berada dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) ini. Sebenarnya ada empat pulau, tetapi Pulau Komodo dan Pulau Rinca yang menjadi tempat populasi terbanyak Sang Naga Purba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum memasuki kawasan ini, wisatawan akan dikenakan biaya yang tidak terlalu mahal. Untuk wisatawan lokal, cukup Rp 2.500. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara, harga masuk yang berlaku adalah Rp 20.000.
Kalau ingin mengabadikan wajah-wajah komodo di pulau ini, kamera dan perekam video juga dikenai tarif masuk yaitu dari Rp 5.000 hingga Rp 15.000. Tak lupa, kapal yang berlabuh juga dikenai biaya dari Rp 50.000-100.000.
Untuk bertemu si Komo di Pulau Komodo, traveler harus menyiapkan tenaga ekstra. Tidak mudah untuk bersua dengan komodo di pulau yang berada di Kabupaten Manggarai Barat, Flores Barat, NTT ini. Ada 4 pilihan trek yang harus Anda pilih, yaitu rute short, medium, long, dan adventure. Trekking paling singkat berjarak 1 km, sedangkan yang paling jauh bisa mencapai 8 km.
Tidak mudah memang untuk bisa bersua dengan predator berdarah dingin ini. Ya, di pulau seluas 317 km2 ini memiliki lebih dari 1.200 ekor komodo. Mereka pun tersebar di seluruh pulau, menunggu wisatawan yang ingin menyapanya.
Datanglah pada pukul 07.00-09.00 atau 15.00-17.00 Wita. Pada jam-jam tersebut, komodo yang tinggal di pulau ini sedang aktif mencari makanan.
Jika Anda datang siang hari, salah satu lokasi tempat yang pasti bisa bertemu komodo adalah di Water Hole atau tempat minumnya mereka. Di kawasan ini, ada sebuah kubangan yang berisi beberapa batu dan air yang menggenang. Biasanya, sang komodo senang merebahkan badan di dekat kubangan. Water Hole akan dilewati semua jenis rute, jadi tak perlu bingung harus memilih rute yang mana.
Puas mengelilingi Pulau Komodo datanglah ke Pulau Rinca! Wisatawan bisa menempuh perjalanan selama dua jam dengan menggunakan perahu. Satu perahu bisa mengangkut sekitar 10 wisatawan.
Pulau Rinca luas sekitar 198 km2 dengan lanskap alam perbukitan. Masuk ke teluk, air menjadi semakin hijau dan tenang. Patung komodo setinggi 3 meter menyambut wisatawan di pintu masuk dermaga. Jalan setapak yang berbatu akan mengajak Anda melewati deretan pohon bakau.
Setelah dibagi menjadi beberapa kelompok, perjalanan Anda di Pulau Rinca akan didampingi oleh seorang ranger. Penting untuk diketahui, wisatawan tidak boleh jauh dari ranger karena akan membahayakan diri Anda sendiri.
Sedikit berbeda, jam aktif komodo di Pulau Rinca sekitar pukul 09.00-11.00 dan 15.00-17.00 WITA. Pelancong bisa menemukan Sang Naga yang sedang berjalan dari bukit ke bukit.
Saat-saat seperti inilah yang mengharuskan wisatawan tetap dekat dengan ranger. Ya, karena komodo suka berjalan tenang di antara ilalang yang memiliki tinggi rata-rata setengah meter.
Kawasan dengan pepohonan yang rimbun pun menjadi teman perjalanan selama berada di Pulau Rinca. Namun hati-hati dengan pohon karena anak komodo yang berumur 1-4 tahun masih tinggal di atas pohon.
Sama seperti saat bertualang di Pulau Komodo, untuk menjelajah Pulau Rinca ada beberapa jalur short, medium dan long yang bisa Anda pilih. Yang pasti, sebisa mungkin Anda datang saat pagi hari. Selain cuaca yang tidak terlalu panas, kemungkinan untuk berjumpa dengan komodo pun lebih besar ketimbang saat siang hari.
Ingat! Komodo akan sangat agresif bila mendengar keributan dan gerakan yang tiba-tiba. Jadi, jangan pernah sekali-kali Anda melanggar aba-aba dari ranger saat bertualang di rumah Sang Naga.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok