Ada banyak destinasi menarik di Sumatera Barat, salah satunya adalah Bukittinggi. Ngarai Sianok, Museum Rumah Peninggalan Bung Hatta, dan Lubang Jepang adalah objek-objek wisata yang menarik di sana. Salah satu objek wisata di Bukittinggi yang tidak boleh dilewatkan adalah Jam Gadang. detikTravel pun berkunjung dan melihat Jam Gadang dari dekat beberapa waktu lalu.
Sungguh mudah untuk mengunjungi Jam Gadang. Anda bisa naik angkutan umum atau menyewa bendi untuk tiba di sana. Terletak di pusat kota, Jam Gadang dikelilingi oleh mal, pasar tradisional, hingga pertokoan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat melihat jam ini, dijamin hati Anda akan terpikat. Dengan warna putih yang bersih, jam ini menjadi kebanggaan masyarakat Minangkabau. Anda bisa duduk-duduk di sekitar tamannya sambil memandangi jam ini. Udara segar dan dingin khas Bukittinggi pun akan menemani Anda.
Mengitari area sekitarnya, Anda akan menemukan banyak penjual souvenir seperti baju dan aksesori. Lapar? Jangan kuatir, aneka kuliner khas Minang seperti nasi kapau hingga teh telor pinang menjadi sajian khas yang nikmat.
Selain itu, Anda juga bisa melihat sebagian Kota Bukittinggi di sekitar area Jam Gadang. Ada perbukitan yang hijau, awan putih, langit biru, dan juga rumah-rumah penduduk yang terlihat kecil. Menakjubkan.
Saat memasuki malam hari, Jam Gadang tidak kehilangan pesonanya. Cahaya lampu yang menyinari jam ini sungguh terlihat cantik. Menjulang tinggi ke angkasa bagaikan sebuah lampu raksasa. Meski malam, tak sedikit pengunjung masih memadati area Jam Gadang. Tak hanya turis, tapi masyarakat setempat juga betah berlama-lama di sana.
Kamera adalah barang yang harus Anda bawa saat berkunjung ke Jam Gadang. Berposelah dengan jam antik ini dan dapatkan angle terbaik. Jam Gadang sungguh memesona, dari pagi hingga malam.
(aff/sst)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Daftar Negara Teraman Andai Terjadi Perang Dunia III, Ada Indonesia?