Jelajah Hutan dari Jembatan Gantung Setinggi 30 M, Berani?
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jelajah Hutan dari Jembatan Gantung Setinggi 30 M, Berani?

- detikTravel
Senin, 08 Okt 2012 18:49 WIB
Jelajah Hutan dari Jembatan Gantung Setinggi 30 M, Berani?
Pintu gerbang memasuki kawasan wisata alam Bukit Bangkirai (visitingkutai.com)
Kutai Kertanegara - Trekking di hutan memang menantang. Tapi, apa jadinya kalau menjelajah hutan hujan tropis dari atas jembatan gantung setinggi 30 meter? Itulah yang ditawarkan Bukit Bangkirai di Kutai Kertanegara, Kaltim, dan siap menguji nyali Anda!

Hobi trekking? Menyusuri hutan belantara memang menantang, tak jarang orang awam yang tidak memahami trekking juga tertarik untuk mencobanya. Namun, perjalanan menyusuri hutan tidak semudah yang Anda pikirkan. Jalan yang terjal, licin, cuaca buruk, dan hewan liar yang buas menjadi ancaman yang sangat menakutkan. Ada cara lain tidak ya?

Menjelajahi hutan dari atas jembatan yang tergantung di atas pohon, bisa jadi jalan keluar atau mungkin masalah baru untuk wisatawan. Wisata alam di Bukit Bangkirai justru mengajak wisatawannya mengelilingi hutan hujan tropis dengan menggunakan jembatan gantung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eits, jangan senang dulu! Jembatan gantung ini bukan berarti jadi alat yang akan mempermudah perjalanan Anda. Mengikutip situs pemerintah Kutai Kartanegara, Senin (8/10/2012), selain keasrian hutan hujan tropisnya, Bukit Bangkirai juga dilengkapi dengan Jembatan Tajuk (canopy bridge). Jembatan tajuk ini digantung pada ketinggian 30 meter di atas permukaan tanah.

Meskipun traveler bisa menjelajah hutan menggunakan jembatan tajuk, masih ada tantangan yang harus dilewati. Jembatan Tajuk ini merupakan jembatan yang tergantung di 5 batang pohon Bengkirai dan saling berhubungan.

Angin yang berhembus, seringkali menggoyang jembatan gantung sepanjang 64 meter ini. Keadaan seperti inilah yang bisa membuat pelancong gemetaran dan takut. Namun, Anda tidak perlu khawatir jembatan gantung buatan kontraktor Amerika yang tergabung dalam Canopy Constraction Asosiated (CCA) yang selesai pada Februari 1998 ini, diperkirakan bisa bertahan selama 15-20 tahun ke depan.

Untuk menuju jembatan, wisatawan harus melalui jalan setapak dengan memasuki hutan lebat terlebih dahulu. Selanjutnya, Anda harus menaiki menara yang terbuat dari kayu ulin. Serunya, di menara kayu ini tidak ada lift atau eskalator yang disediakan untuk pengunjung. Ya, traveler harus meniti anak tangga hingga mencapai puncak menara.

Untuk sebagian orang yang bernyali lebih, keadaan seperti ini tidaklah menyulitkan. Namun, kondisi ini bisa menjadi malapetaka untuk orang-orang yang takut ketinggian.

Setiap kali Anda menjejakkan langkah, jembatan gantung yang terbuat dari kayu dan tambang ini akan bergoyang. Oleh sebab itu, Jembatan Tajuk tidak boleh dilewati banyak pengunjung sekaligus. Kalau tidak, hal ini bisa membahayakan keselamatan Anda dan wisatawan lainnya.a Kota Tenggarong ini, sebenarnya mempunyai luas mencapai 1.500 hektar. Namun, hanya 510 hektar dari kawasan ini yang diresmikan sebagai kawasan wisata.

Hijaunya hamparan pohon di Bukit Bangkirai benar-benar terlihat masih sangat alami. Berbagai jenis fauna liar, seperti owa, beruk, lutung merah, monyet ekor panjang, babi hutan, bajing terbang, serta rusa sambar masih menjadi penghuni hutan yang juga kaya dengan tanaman anggrek hitamnya. Tidak heran bila suara-suara hewan ini suka mengagetkan wisatawan.

Sebagai kawasan wisata alam, berbagai sarana dan prasarana juga sudah disediakan di tempat ini. Di sini juga terdapat restoran dengan menu yang cukup bervariasi, pondok untuk pertemuan yang bisa menampung hingga 100 orang, serta penginapan berupa cottage dengan fasilitas AC maupun jungle cabin, yakni cottage yang tidak dilengkapi fasilitas listrik.

Ingin mencoba menjelajah hutan? Hutan hujan tropis di Bukit Bangkirai ini bisa menjadi sarana untuk berlatih dan mengenal suasana alam hutan. Untuk traveler cilik juga bisa menikmati destinasi ini, asalkan tetap berada dalam pengawasan orang tua!

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads