Piala Dunia 2026 akan dimulai di tengah ancaman cuaca ekstrem musim panas di Amerika Utara. Suhu tinggi, kelembapan ekstrem, dan potensi badai petir diperkirakan menjadi tantangan selama turnamen berlangsung.
Lembaga World Weather Attribution memperkirakan sekitar seperempat pertandingan berpotensi dimainkan dalam kondisi yang melampaui batas aman yang direkomendasikan. Sementara penelitian Climate Central menyebut perubahan iklim meningkatkan risiko suhu yang dapat memengaruhi performa pemain pada 97 dari 104 pertandingan.
Profesor Fisiologi dari University of Oregon, Chris Minson, mengatakan pemain sepakbola sudah menghasilkan panas tubuh dalam jumlah besar saat bertanding.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Jelajah 16 Kota Tuan Rumah Piala Dunia 2026 |
"Sekitar 75 persen energi yang digunakan saat berolahraga berubah menjadi panas. Hanya sekitar 25 persen yang benar-benar digunakan untuk aktivitas fisik," kata Minson dilansir dari Reuters, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, kelembapan tinggi menjadi tantangan terbesar karena keringat hanya dapat mendinginkan tubuh jika menguap. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi di sejumlah kota tuan rumah seperti Houston, Miami, Dallas, dan Monterrey.
Selain cuaca panas, Mexico City yang berada di ketinggian sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut juga dinilai dapat menjadi tantangan bagi pemain yang belum sempat beradaptasi.
FIFA menyatakan setiap pertandingan akan memiliki jeda hidrasi selama tiga menit di tiap babak, namun Minson menilai langkah tambahan perlu disiapkan.
"Jika ada pemain yang terlihat linglung, tidak bisa berpikir dengan jelas atau bahkan kolaps di lapangan, mereka harus segera didinginkan," tegasnya.
Adapun, Profesor Ilmu Biologi dari Dartmouth College, Ryan Calsbeek, menilai cuaca panas dan lembap juga dapat memengaruhi jalannya pertandingan.
"Suhu dan kelembapan yang lebih tinggi kemungkinan akan memperlambat permainan. Dalam pertandingan yang berlangsung lebih dari 90 menit, pemain akan kesulitan menjaga keseimbangan antara tenaga eksplosif dan daya tahan jangka panjang," ujarnya.
Tak cuma untuk pemain saja. Badan Kesehatan Internasional Khusus Benua Amerika (PAHO) juga mengingatkan untuk wisatawan yang berada di wilayah tuan rumah Piala Dunia 2026 untuk selalu terhidrasi di tengah panasnya wilayah Amerika Utara.
Selain memperbanyak minum air putih, PAHO mengimbau wisatawan untuk selalu mencari area teduh untuk beristirahat dan mengurangi aktivitas ketika suhu melebihi ambang normal, guna menghindari gangguan kesehatan.
(upd/ddn)












































Komentar Terbanyak
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia
Kalau Budget Bukan Jadi Masalah, Mau Liburan ke Mana?
Heboh Penampakan Bromo Diselimuti Salju untuk Pertama Kali di 2026