12 Oktober 2002, Kuta berdarah karena tragedi peledakan bom di beberapa tempat antara lain Sari Club, Paddy's Pub dan dekat Kantor Konsulat AS. Sesaat, konsep Tri Hita Kirana di bagian keharmonisan manusia dengan sesamanya terhapus dengan meledaknya bom ini. Setidaknya ada 202 korban meninggal dan 209 korban cedera.
Setidaknya ada 88 orang Australia meninggal dalam tragedi ini. Tepat hari ini, Jumat (12/10/2012) telah 10 tahun berlalu dari tragedi bom tersebut. Banyak korban selamat dan keluarga korban datang ke Bali untuk mengenang tragedi itu. Acara hari ini dipusatkan di Garuda Wisnu Kencana (GWK). Perdana Menteri Australia Julia Gillard, Menlu Marty Natalegawa, mantan PM Australia John Howard, Gubernur Bali Made Mangku Pastika hadir di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Monumen yang berada di Jl Legian, Kuta ini terletak di antara Sari Club dan Paddy's Pub. Meski sudah dibangun sejak tahun 2003, monumen ini baru diresmikan setahun setelahnya yaitu tahun 2004.
Titik perhatian utama dari monumen ini adalah plakat besar berisi 202 nama korban yang meninggal, lengkap dengan negara asalnya. Pepohonan hijau dan bunga warna-warni menghias sekitar monumen. Beberapa piring sesaji tersemat di pelataran bawah monumen. Beberapa turis asing terlihat sedang serius memerhatikan deretan nama yang ada di plakat.
Letak monumen yang ada di sekitar toko-toko membuatnya jadi destinasi yang strategis. Jadi tak sulit untuk menjangkau tempat ini karena memang berada di jantung Kuta. Berkunjung ke sini, seakan jadi pengingat betapa kekerasan tak bisa menyelesaikan segala masalah.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Daftar Negara Teraman Andai Terjadi Perang Dunia III, Ada Indonesia?
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam