Seringkali orang tidak sadar bahwa sedang tertekan. Stres harus segera disembuhkan jika tidak ingin semakin parah. Liburan yang tepat pun bisa jadi obat stres yang mujarab.
Stres sendiri adalah ketegangan yang muncul saat ada hal-hal menuntut untuk diselesaikan. detikTravel berbincang bersama Psikolog Efnie Indrianie, MPsi pada Kamis (1/11/2012) untuk membahas jenis stres dan bagaimana menjadikan liburan sebagai obat penghilang stres.
"Stres memiliki derajatnya masing-masing. Ada yang tinggi dan ada yang rendah," tutur Efnie saat dihubungi detikTravel via telepon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tingkat stresnya sudah tinggi, orang tersebut bisa disequilibrium atau mengalami ketidakseimbangan psikologi," ungkap Efnie
Tidak nyaman, gelisah, cemas, susah tidur, tidak bisa konsentrasi dan pelupa jadi beberapa indikasi bahwa Anda mengalami stres tinggi. Sedangkan reaksi biologis saat Anda sedang stres berat, menurut Efnie, antara lain adalah deg-degan, maag kambuh, terlalu sering atau terlalu jarang makan, dan denyut nadi meningkat.
"Liburan sangat dibutuhkan oleh setiap orang, terutama yang sedang stres," lanjut Efnie.
Jenis liburan untuk menghilangkan stres bisa bergantung dari sifat Anda. Bagi Anda yang introvert atau bersifat tertutup, Efnie menuturkan, bisa liburan sendiri ke tempat yang sepi. Namun, harus tetap ada keseimbangan dari liburan menyepi tersebut. Anda boleh 2 hari di tempat sepi dan menghabiskan 2 hari lainnya di tempat yang tidak terlalu sepi, seperti kota kecil. Hal ini berguna agar tidak membuat Anda kaget saat kembali ke kehidupan sehari-hari yang biasanya ramai.
Jika Anda ekstrovert, atau bersifat terbuka, bisa liburan bersama orang terkasih atau teman yang menurut Anda nyaman. Mencari destinasi yang penuh kegiatan yang memungkinkan Anda bertemu dengan orang baru juga bisa jadi pelepas stres yang ampuh.
"Liburan itu adalah saatnya me-time. Beri waktu untuk diri sendiri," ucap Efnie.
Bebaskan pikiran, buang jauh-jauh permasalahan dan biarkan tubuh dan pikiran Anda terbebas dari tekanan barang sejenak. Menurut Efnie, liburan ke tempat baru juga bisa jadi jalan untuk menyelesaikan masalah yang sedang Anda hadapi.
Seperti contoh, traveling ke tempat yang baru dengan kebudayaan berbeda bisa membuat Anda menemukan wawasan baru yang mungkin bisa diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari. Sedangkan bertemu orang baru bisa memungkinkan Anda untuk berbagi cerita. Bisa saja orang baru itu memiliki jawaban dari beberapa masalah Anda.
"Idealnya, liburan dilakukan minimal 2 kali setahun dengan lama waktu liburan 4-5 hari," kata Efnie.
Nah, selama liburan, baiknya Anda melupakan semua pekerjaan dan masalah yang sedang melanda. Berlibur ke tempat terpencil dengan sinyal ponsel yang sulit bisa membantu pelepasan stres. Namun satu yang harus diperhatikan, saat ingin hilang kontak, beritahu dahulu orang terdekat dan orang terpenting. Jangan sampai mereka kebingungan mencari sementara Anda sedang asyik liburan.
Efnie mengatakan, alam bisa menjadi pelepas stres yang terbaik. Liburan ke manapun, yang penting bisa menenangkan diri, bisa membantu kembali berfikir dengan jernih dan bisa menikmati waktu dan destinasi berlibur Anda. Buatlah konsep liburan yang menarik, ciptakan momen yang tak terlupakan, namun tetaplah bijaksana. Tentukan bujet dan jangan terlalu menghabiskan banyak uang jika tidak memiliki dana yang terlalu besar.
Selamat liburan!
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Kisah Siswa SD Viral di Salatiga, Piknik ke Jakarta Sewa Pesawat Garuda
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel