Sepintas tidak ada yang istimewa dari pohon beringin itu. Sebuah pohon beringin yang merangkak naik, sementara sebagian dahan lain menjuntai. Upss...saya sedikit keliru. Di tengah beringin itu terdapat pohon kelapa tua yang dengan posisinya tersebut, seperti sedang memeluk erat-erat. Si kelapa dililit beringin dengan akar dan batangnya.
"Ini namanya beringin memeluk kelapa. Lambang persatuan. Pohon saja bersatu, masak manusia enggak, " kata pemandu istana, Syairani saat detikTravel mengunjungi Istana Kuning, Selasa pekan kemarin (13/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beringin muncul sekitar tahun 1984. Sebab saat saya pertama kesini tahun 1982 belum ada. 1986 Saya perhatikan sudah ada lumayan tinggi," tukasnya.
Di Istana Kuning, Pangkalan Bun tersebut terdapat setidaknya 4 pohon saling memeluk. Tetapi yang paling membuat terperangah para wisatawan yakni yang berada di samping pintu gerbang istana. Letaknya di sebelah kiri bila masuk. Saat ini tingginya sekitar 10 meter, barangkali lebih. Gerbang istana itu bukan dari beton atau pagar besi yang mewah melainkan pagar kayu setinggi 2,5 meter.
Istana Kuning didirikan oleh pangeran ke-9 Kerajaan Kotawaringin, Kalimantan Tengah. Imanudin merupakan raja dari tahun 1811-1841. Istana Kuning adalah istana kedua yang dibangun. Istana pertama adalah Istana Al Mursari yang terdapat di Kotawaringin Lama.
Dari Jakarta, terdapat penerbangan langsung ke Pangkalan Bun menggunakan maskapai Trigana atau Kalstar. Hanya 20 menit menuju istana ini dari Bandara Iskandar, Pangkalan Bun. Biasanya turis hanya mampir di Istana Kuning sebelum atau setelah mengunjungi objek wisata utama di kota ini yakni Taman Nasional Tanjung Puting, tempat habitat orangutan hidup liar di hutan.
(fay/shf)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Cerita Pilot Wanita Garuda Terbangkan Bryan Adams dan Diundang ke Konsernya