Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 22 Nov 2012 14:26 WIB

DESTINATIONS

Nyonya Meneer, Membuat Wisatawan Sehat Sejak 1984

Replika pembuatan jamu tradisional (Muh Heri Suryono/ACI)
Semarang - Jika Anda pecinta jamu, Museum Jamu Nyonya Meneer jadi destinasi wajib saat liburan ke Semarang. Di sana, turis bisa melihat sejarah pembuatan jamu hingga bermain ke taman jamu. Seru!

Museum Nyonya Meneer yang berada di Jalan Raya Kaligawe, Semarang menyimpan banyak sejarah tentang proses pembuatan jamu. Anda juga bisa melihat barang peninggalan Nyonya Meneer, sosok terkenal yang menjaga kelestarian jamu dan ngetop dengan slogan 'Berdiri Sejak 1919' itu.

"Ada peninggalan bersejarah Ibu Meneer, bahan-bahan dasar jamu, foto-foto lama ibu, pakaian dan buku yang dipakai untuk meracik jamu," kata Humas Taman Jamu Nyonya Meneer, Novi saat dihubungi detikTravel, Rabu (21/11/2012).

Museum Nyonya Meneer, lanjut Novi, terbagi atas dua lantai, yaitu lantai 1 dan 2.

"Lantai satu itu gedung serba guna untuk menampung para tamu, biasanya datang dari SD-SMP. Pertama kali datang kita kasih opening sejarah berdirinya Jamu Nyonya Meneer," tambah Novi.

Setelah opening, para tamu akan diantar pemandu naik ke lantai dua. Di sana, wisatawan akan dijelaskan oleh pemandu soal perkembangan jamu mulai dari zaman Ibu Meneer hingga sekarang generasi ketiga.

"Ini adalah museum jamu pertama di Indonesia, sudah ada sejak tahun 1984," kata Novi.

Di akhir wisata dalam museum, turis akan disuguhkan dengan minuman jahe khas Nyonya Meneer gratis. Asyik kan?

Puas berkeliling museum, wisatawan bisa singgah ke Taman Jamu seluas 2 hektar yang ada di dekat Museum Jamu Nyonya Meneer. Di sana, pelancong bisa melihat aneka macam tumbuhan yang digunakan sebagai bahan jamu.

"Tanaman yang ada kurang lebih 600 spesies, biasanya tamu dari museum langsung datang ke taman jamu," lanjut Novi.

Taman ini sengaja dibuat senyaman mungkin agar turis yang datang bisa menikmati asyiknya piknik di tengah kebun jamu.

"Fasilitasnya banyak, ada spa, restoran, audio visual, gazebo, dengan konsep seperti pedesaan. Tamu juga bisa sepedaan di sana," jelas Novi.

Tidak hanya itu, pengunjung yang datang juga bisa melihat demo yang disediakan pihak taman. "Kalau di taman jamu, kita ada 3 demo, yaitu demo kecantikan, demo langsung cara bercocok tanam, dan meracik" tambah Novi.

Yang lebih keren lagi, taman jamu dan museum jamu punya helipad. Jadi tamu yang datang dengan pesawat, bisa turun di atas helipad yang telah disediakan.

Tertarik datang? Museum Jamu Nyonya Meneer dan Taman Jamu Nyonya Meneer buka setiap hari pukul 09.00-16.00 WIB. Untuk museum jamu, turis yang datang tidak akan dipungut biaya alias gratis, tapi tidak untuk taman jamu.

"Kalau untuk jalan-jalan saja Rp 7.500, kalau demo itu sekali demo Rp 15.000," tutup Novi.

(ptr/fay)
BERITA TERKAIT