Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 22 Nov 2012 17:07 WIB

DESTINATIONS

Klenteng Sam Poo Kong, Jejak Cheng Ho yang Serba Merah

Klenteng Sam Poo Kong (Ermila Klislinar/d'Traveler)
Semarang - Bangunan berwarna merah yang berada di Semarang ini menjadi saksi bisu kedatangan Laksama Chen Ho dari China. Di klenteng yang dahulu menjadi sebuah masjid ini, taveler bisa bertemu dengan sang laksamana dan ceritanya yang melegenda.

Berlibur ke Semarang, Jawa Tengah, Klenteng Sam Poo Kong jadi salah satu destinasi wajib traveler. Rasanya pantas dikatakan, belum ke Semarang namanya kalau tidak mampir ke Klenteng Sam Poo Kong.

Hampir seluruh bangunan klenteng seluas 1.020 m2 ini berwarna merah menyala. Ya, warna merah memang menjadi ciri khas China yang juga menjadi asal kedatangan Laksamana Cheng Hoo. Konon, Laksamana Cheng Hoo juga yang membangun klenteng legendaris ini.

Terlansir dalam situs Visit Semarang yang detikTravel kunjungi, Kamis (22/11/2012), selain tempat ibadah dan ziarah, Sam Poo Kong juga menjadi tempat wisata. Tempat ini juga dikenal dengan nama Gedong Batu.

Panorama serba merah ini ternyata menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Namun, di balik itu semua klenteng ini menyimpan sejarah tersendiri yang juga sangat menarik. Selain sebagai saksi keberadaan sang laksmana, nyatanya kelenteng ini juga menjadi salah satu jejak peradaban Islam di tanah Jawa.

Meski berasal dari Negeri Tirai Bambu, Laksamana Cheng Ho merupakan seorang pelayar Muslim yang singgah di Jawa. Berdasarkan kisah yang berkembang, persinggahan ini dikarenakan ada awak kapal yang jatuh sakit.

Saat itu juga, sang laksamana memutuskan untuk mendarat di Pantai Utara daerah Semarang. Ketika itulah Laksamana Hoo memerinthkan anak buahnya untuk mendirikan tempat ibadah dan istirahat.

Kini, sudah 611 tahun berlalu. Klenteng Sam Poo Kong tetap berdiri gagah dan memikat hati wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang berkunjung.

Pada umumnya, traveler mengenal Sam Poo Kong sebagai tempat ibadah umat Tionghoa. Sebenarnya pada awalnya bangunan ini digunakan sebagai masjid. Namun karena bentuk bangunan yang memang seperti klenteng, lama kelamaan berubah fungsi menjadi klenteng.

Di dalam kompleks klenteng ini terdapat anjungan, yakni Klenteng Besar dan Gua Sam Poo Kong, Klenteng Tho Tee Kong, dan empat tempat pemujaan. Bangunan ini pun punya perbedaan dengan klenteng lainnya. Bangunan beratap susun ini juga menjadi serambi yang terpisah. Ini sangat menguatkan fungsi utama bangunan sebagai sebuah masjid.

Penasaran dengan wajah Laksamana Ho? Sejak bulan Maret 2011 lalu di klenteng ini dibuatkan patung Laksamana Cheng Hoo. Jadi, traveler yang datang bisa bertemu dengan sosok sang laksamana yang dibuat menggunakan perunggu dengan berat 3,7 ton dan tinggi sekitar 10,7 meter.

Serunya lagi, wisatawan yang datang ke sini juga bisa mengikuti ritual Ciam Shie, membakar dupa, serta melempar kepingan koin yang dipercaya bisa memproyeksikan keberuntungan di masa depan. Yang paling terkenal dari klenteng ini adalah terowongan klenteng.

Dari terowongan ini, traveler bisa melihat cerita tentang perjalanan Laksamana Hoo hingga sampai di Jawa. Cerita perjalanan ini bisa Anda lihat dalam pahatan dinding terowongan yang tebuat dari batu.

(ptr/fay)
BERITA TERKAIT