Terbang ala Tentara di Atas Tanah Papua
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dream Destination Papua

Terbang ala Tentara di Atas Tanah Papua

- detikTravel
Selasa, 27 Nov 2012 08:10 WIB
Terbang ala Tentara di Atas Tanah Papua
Pesawat Hercules yang gagah (Afif/detikTravel)
Wamena - Hercules dikenal sebagai pesawat perang. Siapa sangka, pesawat tentara seperti ini lazim digunakan di Papua. Naik Hercules melintasi eloknya alam Bumi Cendrawasih, sungguh mendebarkan!

Kondisi jalanan Papua didominasi oleh pegunungan dengan hutan yang lebat. Transportasi lewat darat pun menjadi pilihan yang kurang tepat. Untuk itu, maskapai penerbangan menjadi salah satu transportasi andalan di sana. Selain beragam maskapai penerbangan komersil dan pesawat perintis, Hercules juga menjadi alat transportasi favorit di Papua.

detikTravel dan tim Dream Destination Papua berkesempatan naik pesawat perang ini pada Minggu (25/11/2012). Dengan rute Sentani-Wamena, pengalaman naik Hercules ini menjadi yang pertama dan sangat berkesan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertama kali lihat pesawat ini sungguh keren, karena saya suka film-film perang yang dilihat di TV," ujar Anisa, salah satu anggota Dream Destination Papua yang antusias saat melihat Hercules mendarat.

Hercules memiliki warna hijau yang erat kaitannya dengan warna militer. Bentuknya sangat besar. Saat pesawat ini mendarat, masyarakat yang ada di sekitar bandara harus menjauh karena debu yang berterbangan akibat sapuan angin yang kencang.

"Hercules ini memang digunakan sebagai transportasi di sini karena permintaan masyarakat. Pesawat ini juga pernah dipakai untuk berperang, " kata salah satu pilot Hercules yang mengenakan setelan oranye kepada detikTravel.

Pintu pesawat pun dibuka. Tak ada petugas pesawat yang akan menyapa Anda dengan seragam. Anda tinggal naik tangga dari pintu dan langsung masuk ke dalam pesawat. Tapi tentu saja, pengamanannya juga sungguh ketat.

Saat memasuki bagian dalam, semua rombongan terkejut. Berbeda dengan kabin pesawat maskapai yang memiliki nomor bangku berurutan dan memiliki sandaran yang empuk, bagian dalam Hercules sungguh lapang.

Bangkunya hanya ada di kanan dan kiri bagian pesawat. Duduknya persis seperti Anda sedang duduk di dalam angkot di kota-kota besar, saling berhadapan. Jarak antara kedua kursi keduanya cukup lapang, sehingga Anda bisa meluruskan kaki sepuasnya.

Jendelanya pun hanya empat dengan letak berjauhan. Tinggal memakai sabuk pengaman, pesawat siap diberangkatkan. Sebelum lepas landas, pendingin ruangan akan dimatikan. Otomatis, udara akan terasa panas. Hal ini untuk membuat pesawat mudah meninggalkan landasan.

Tidak semulus pesawat komersil, Anda akan merasakan goyangan dan guncangan yang lebih dahsyat saat Hercules sudah mengudara. Saat pesawat naik turun di udara, Anda pun akan demikian. Perut dan badan sangat tergoncang-goncang!

Waktu tempuh dari Sentani dan Wamena adalah sekitar 30 menit. Kebanyakan dari mereka tertidur selama perjalanan.

"Kami kala mengangkut tentara bisa sekitar 90 (orang) lebih, mereka duduk dengan senjata lengkap di tangan dan begitu terjun, tinggal angkat senjata lalu melompat," tambah sang pilot.

Suara mesin pesawat terdengar kencang. Ransel-ransel kami ditumpuk begitu saja di bagian dalamnya. Untungnya, laptop dan kamera saya sudah dipisahkan.

"Deg-degan, soalnya pesawat Hercules itu goyang-goyang, besar, dan rasanya seperti duduk di hammock," kata anggota Dream Destination Papua yang terakhir, Husni.
Pengalaman ini sungguh berkesan. Anisa Mardiani, Husni Mubarak, dan Keken Hamzah akhirnya mencoba naik Hercules pertama kali dalam hidup mereka.

Pesawat Hercules pun mendarat di Bandara Wamena. Saat pintu dibuka untuk turun, rasanya seperti tentara yang baru saja mendarat. Keren!

Dream Destination Papua adalah program yang diselenggarakan oleh detikTravel, myTrans dan PT Freeport Indonesia. Selama 12 hari, 3 pemenang yaitu Keken, Anisa dan Husni akan menjelajah Papua dari Timika, Merauke, sampai Jayapura. Simak terus perjalanan mereka di situs perjalanan kesayangan Anda, detikTravel.
(sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads