Adalah Bah Kok Sa-Nga, sebuah desa unik yang tidak hanya dihuni oleh manusia, tapi juga reptil melata yaitu ular. Desa yang berada di timur laut Provinsi Khon Kaen, Thailand ini sangat terkenal di kalangan wisatawan karena keunikannya.
Betapa tidak, penduduk di desa ini hidup bersama ular berbisa, yaitu kobra. Hampir sekitar 140 rumah yang ada di desa ini setidaknya memiliki satu ular sebagai peliharaan. Tak heran kalau desa ini juga dijuluki sebagai Kampung Kobra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika ada salah satu ular kami yang mati, saya akan sedih sekali," kata salah satu penduduk desa, Chai seperti yang dilongok dari Oddity Central, Selasa (5/12/2012).
Saking merasa seperti keluarga, penduduk akan membuat persembahan bila salah satu ular mereka mati.
"Mereka sudah bersama kami selama bertahun-tahun. Ketika ular ada yang mati, kami akan membuat persembahan untuk mereka di kuil," lanjutnya.
Karena kondisi desa yang tidak biasa ini, banyak turis yang sengaja datang ke Kampung Kobra. Mereka ingin melihat langsung keakraban yang terjadi antara ular dan sang pemilik.
Sadar sudah menjadi lokasi wisata, penduduk desa pun sering mengadakan sejumlah acara untuk menghibur penduduk. Salah satu pertunjukkan yang bisa Anda saksikan saat berkunjung ke desa ini adalah lomba tinju antara manusia dan ular.
Eits, tapi jangan bayangkan tinju ini seperti tinju manusia, ya! Tinju di sini lebih untuk membuat ular marah, kemudian anak laki-laki yang berada dalam satu ring berusaha menjinakkannya.
Untuk membuat pertunjukkan lebih menarik, ular yang melata perlahan di atas ring, akan ditarik-tarik bagian ekornya oleh penonton. Tujuannya hanya satu, agar sang ular marah dan pertarungannya pun terlihat semakin seru.
Bagi turis, pertunjukkan ini memang mengerikan. Tapi ternyata tidak dengan penduduk Ban Kok Sa-Nga. Untuk mereka, ini adalah pertunjukkan yang sangat menghibur. Mulai tua, muda hingga anak kecil tidak ada yang memejamkan mata karena ngeri melihat pertarungan di hadapannya.
Usut boleh usut, ini karena mereka memang sudah terbiasa hidup dengan ular. Sejak kecil, penduduk desa sudah diajari bagaimana cara untuk menangani ular sampai memberi makan. Jadi jangan kaget, kalau Anda melihat ada banyak anak laki-laki kecil yang asyik mengalungkan ular di lehernya, atau bahkan menciumi bibir ular. Hii!
Tertarik melihat keunikan desa ini secara langsung? Sempatkan mampir ya saat traveling ke Thailand.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura
Turis Belanda Tewas Ditusuk di Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman bagi Wisatawan?
3 Turis Wanita Diperkosa-Dilecehkan di Bali, Pelaku Ditangkap Polisi