Taman Merah Putih dan Nasionalisme Tinggi di Ujung Indonesia
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dream Destination Papua

Taman Merah Putih dan Nasionalisme Tinggi di Ujung Indonesia

- detikTravel
Rabu, 05 Des 2012 09:41 WIB
Taman Merah Putih dan Nasionalisme Tinggi di Ujung Indonesia
Taman merah putih di perbatasan timur Indonesia (Afif/detikTravel)
Merauke - Nasionalisme bisa muncul dari mana saja. Termasuk ketika Anda traveling di ujung timur Indonesia, Sota, Merauke. Di sana ada taman cantik dengan penuh warna merah putih.

Siapa bilang perbatasan negeri tidak terawat? Buktinya, di Distrik Sota, Merauke, terdapat perbatasan yang terawat rapi. detikTravel dan tim Dream Destination Papua pun berkesempatan untuk datang ke tempat ini pada Rabu (28/11/2012).

Panasnya Merauke terasa menusuk tulang. Teriknya matahari membuat keringat berkucur deras. Perjalanan selama lebih dari 1 jam ke Sota, salah satu titik perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini, terasa melelahkan. Tapi, semua rombongan tak sabar untuk menginjakan kaki di sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mata kami tiba-tiba terpana pada suatu gapura raksasa. Suatu gapura yang bertuliskan 'Good Bye and See You Again Another Day', menandakan kami sebentar lagi akan menuju ujung timur negeri ini.

Dari sana, kami tiba di suatu taman yang bersih dan rindang. Tanaman hijau menghiasi sekelilingnya. Uniknya lagi, warna merah putih mendominasi taman ini. Wow!

"Ini memang sengaja di cat merah putih, agar lebih cinta kepada negeri," kata Ipda Ma'ruf, polisi yang bertugas menjaga perbatasan ini.

Warna merah putih terdapat di tiang-tiang, bebatuan yang menghiasi tempat ini, sampai pondok-pondok makanan dan suvenirnya. Bendera merah putih yang berada di tengah tamannya, makin membuat rasa nasionalisme ini menjulang.

"Taman ini sudah ada sejak tahun 2005. Dulunya hanya semak belukar, tapi saya menanam pohon dan menghiasnya. Agar terlihat lebih indah," lanjut Ma'ruf yang menjelaskan dengan senyum khasnya.

Tak hanya merah putih saja, tapi ada banyak kata-kata pembakar semangat di sana. Hati Anda akan tergolak saat melihat tulisan-tulisan seperti 'Untukmu Indonesia, Cintaku Tak Terbatas', 'Tekadku Pengabdian Terbaik', dan tulisan yang paling besar 'Bahasa Indonesia Penjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI'

"Taman ini sangat penting, karena ini adalah batas wilayah yang harus kita pertahankan," lanjut Ma'ruf yang menggenakan seragam polisinya yang lengkap.

Rombongan pun menghabiskan waktu dengan berfoto di sini. Penjelasan dari Ma'ruf yang lengkap, juga membuat kami bangga dengan dirinya yang menjaga ujung timur Indonesia ini.

"Taman ini juga ramai wisatawan kalau hari Sabtu dan Minggu. Orang-orang Papua Nugini juga sering lewat sini. Kita berteman dengan mereka," kata Ma'ruf.

Satu lagi yang unik di taman ini adalah rumah semut. Ya, rumah semut yang sangat besar dan berwarna krem ini menjulang tinggi. Mungkin, tingginya hampir mencapai dua meter.

Tak hanya itu, kami juga diajak untuk jalan-jalan ke Papua Nugini. Kami diajak Ma'ruf ke zona netral. Zona yang menjadi tempat lalu lalangnya masyarakat Papua Nugini yang masuk ke Indonesia.

Zona netral ini dipenuhi semak-semak. Rumah semut pun terlihat makin banyak. Gersangnya tak mampu mengalahkan kekaguman kami dengan tempat ini. Kaki kami pun berada di tanah Papua Nugini setelah melewati tugu kecil perbatasannya.

Namun, ada satu hal yang membuat hati ini miris. Ternyata, taman yang menjadi tempat wisata ini belum mendapat respons dari dinas pariwisata di Papua.

"Belum ada respon dari budaya dan pariwisata papua, hanya janji saja," kata Ma'ruf.

Akan tetapi, taman merah putih ini menghadirkan rasa nasionalisme tinggi di dalam diri ini. Sebuah taman yang melambangkan batas negara sekaligus tempat terakhir bendera merah putih berkibar tinggi.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads